Cantik menurutnya ..

Aku bercermin di kaca, mengenakan dress yang cantik dengan rambut tergerai. Berputar-putar dan tersenyum sembari sesekali melihat jam. Aku sangat siap. Bapakku di belakang pintu diam-diam mengamati,

“Aku melihatmu seperti tidak menjadi diri sendiri, seperti bukan anakku”

Aku melihatnya dan bertanya kenapa.

“Anakku suka pakai kardigan, sepatu kets, dan rambut yang sering dikuncir kuda”

“Tapi aku tidak mungkin pakai kardigan, aku tidak mungkin pakai sneakers, aku mencoba menghargai mereka”

“Iya, aku tau”

Bagaimana sebuah kalimat bisa membuat seseorang yang tadinya sangat percaya diri menjadi merasa asing dan ragu. Tidak bisakah bapakku berpura-pura berpendapat bahwa aku cantik setidaknya untuk saat itu?

Pernah suatu sore aku bertanya apa yang menurutnya perempuan bisa dikatakan cantik. “Perempuan yang cantik itu adalah perempuan yang rambutnya dikuncir kuda, tidak berpakaian secara berlebihan, tidak bermake up secara berlebihan, ramah, pintar, dan gesit. Ada poin plus kalau dia bisa memainkan alat musik”

Pikiranku tertuju pada beberapa tahun yang lalu ketika Bapakku sangat getol memintaku belajar bermain gitar atau piano. Dahulu kala, saat pikiranku masih dipenuhi dengan gengsi, aku pikir piano adalah untuk orang-orang yang lemah. Hanya itu dan tidak ada penjelasan lain. Dahulu kala, saat aku tidak tau akan menjadi apa di masa depan, aku berlatih bela diri dan berenang dengan seadanya. Hanya itu dan kewajiban selesai. Dahulu kala, saat aku masih dalam masa puber, aku selalu dikuncir kuda walaupun orang-orang mengatakan itu culun. Sekarang aku tau, dari beberapa tahun yang lalu dia mencoba menjadikan anak perempuannya cantik sesuai dengan standard-nya.

Minggu siang saat aku sedang bermalas-malasan di kamar, bapak telepon dan meminta untuk video call. Aku menurutinya.

“Hari ini mau kemana?” katanya

“Di rumah saja.”

“kamu terlihat cantik”

“bahkan aku belum mandi.”

Dan sekarang aku bingung dengan standard-nya.. yah, standard-nya sangat tinggi, bahkan aku tidak melakukan apa-apa untuk setidaknya terlihat cantik di matanya.

Atau mungkin dia hanya merindukanku.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Anisa Kesuma A’s story.