Jatuh

Kamu tau, hari ini aku jatuh.

Aku jatuh di depan semua orang.

Ada yang memintaku untuk berhati-hati, ada yang menyalahkanku kenapa aku bisa jatuh.

Ada yang hanya diam tapi mengulurkan tangannya,

Aku beri tau perihal kenapa aku bisa jatuh.

Hari ini aku memakai sepatu baru, sepatu itu berhak tinggi. Aku bangkit dari duduk kemudian limbung, tidak tau kemana larinya keseimbangan itu.

Yang aku tau aku sudah berada di lantai.

Lalu aku tidak merasakan apa-apa, bahkan tidak sedikitpun merasa malu.

Setelah menerima uluran tangan bapak tua itu, aku tertawa dan malah meminta maaf.

Kamu tau, dalam hidup, kita bisa saja seperti itu. Jatuh, bangkit, dan tertawa. Rasa sakit dan rasa malu itu bukan esensi dan alasan untuk bisa bangkit dan berdiri lagi.

Tapi uluran tangan bapak tua itu.

Benar kan?

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.