Disandera 4,5 Tahun, WNI Bebas dari Perompak Somalia | PT. Solid Gold Berjangka

Jakarta — Kementerian Luar Negeri RI membenarkan adanya warga negara Indonesia yang bebas dari tawanan perompak Somalia, setelah ditawan selama kurang lebih empat tahun. “Berita itu benar. Menteri Luar Negeri akan beri pernyataan,” ujar Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Lalu Muhammad Iqbal saat dikonfirmasi, Minggu, 23 Oktober 2016.

Sumber Tempo menyatakan empat anak buah kapal asal Indonesia yang berhasil dibebaskan antara lain Sudirman, 24 tahun asal Batam, Supardi 34 tahun asal Cirebon, Adi Manurung, 32 tahun asal Medan, dan Elson Pesireron, 32 tahun asal Seram. Malang bagi satu ABK WNI lainnya, Nasirin. Dia meninggal dunia pada Mei 2014 karena sakit malaria.

Dilansir dari lama Reuters, Sabtu, 23 Oktober 2016, perompak Somalia membebaskan 26 orang yang berasal dari Indonesia, Cina, Filipina, Kamboja, Vietnam, dan Taiwan. Para pelaut tersebut ditawan sejak Maret 2012, saat kapal yang mereka mereka naiki dibajak di dekat Seychelles, Samudera Hindia.

Menurut Iqbal, Kemlu RI sedang menangani sejumlah hal terkait informasi tersebut, sejak beberapa hari lalu. Rincian lengkap mengenai penanganan WNI yang baru bebas tersebut akan disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri RI Retno Lestari Priansari Marsudi, Senin, 24 Oktober 2016.

“Mereka (tawanan yang bebas) sempat bermalam di Galkayo (Somalia), dan akan tiba di Nairobi, Kenya,” kata Manajer Forum Oceans Beyond Piracy wilayah Afrika Timur, John Steed, Sabtu.

Belum ada informasi pasti mengenai cara pembebasan para tawanan itu. Walikota Galkayo, Hirsi Yusuf Barre, saat ditanyai Reuters, mengaku tak tahu apakah pembebasan itu melibatkan uang tebusan atau tidak

Menurut Steed, satu orang di kapal yang sama tewas saat pembajakan terjadi, sementara dua lainnya meninggal karena penyakit selama ditawan. Di antara 26 orang yang bebas, ada satu yang dirawat karena luka tembak di kaki.

WNI Sandera Perompak Somalia Tiba di Kenya | PT. Solid Gold Berjangka

Aksi pembajakan oleh perompak Somalia mulai surut dalam tiga tahun terakhir. Kehadiran kapal tempur dari komunitas internasional diyakini menjadi salah satu faktor surutnya perompakan. Para perusahaan ekspedisi juga mulai menyewa pasukan keamanan sendiri demi menjaga kapalnya dari aksi pembajakan di laut.

Sebanyak 26 pelaut asal Benua Asia yang menjadi sandera perompak Somalia telah mendarat di Nairobi, Kenya. Sebelumnya, mereka dibebaskan pada Jumat 21 Oktober 2016 setelah disandera sejak 2012 di Dabagala, Somalia. Di antara korban penyanderaan juga terdapat warga negara Indonesia (WNI).

Para perompak sebenarnya menyandera 29 orang setelah membajak kapal FV Naham 3. Namun, kapten kapal tewas saat pembajakan dan dua orang lainnya meninggal dunia karena sakit selama disandera. Kapal tersebut ditenggelamkan oleh para perompak satu tahun setelah dibajak.

Para kru tersebut berasal dari berbagai negara seperti China, Filipina, Kamboja, Vietnam, dan Taiwan. Mereka adalah kru kapal FV Naham 3 berbendera Oman yang disandera oleh perompak Somalia di Seychelles pada Maret 2012.

“Senang berada di sini untuk menyambut mereka sebelum dipulangkan ke negara masing-masing. Senang juga menyerahkan mereka ke para duta besar serta keluarga sandera,” ujar manajer regional Afrika Timur kelompok Oceans Beyond Piracy Group John Steed, dilansir Reuters, Senin (24/10/2016).

“Kita berhasil mencapai apa yang sudah dicapai oleh para ketua suku, tokoh agama, masyarakat, dan pemerintah daerah yang menekan para perompak untuk membebaskan para sandera,” sambung Steed saat menyambut 26 orang itu yang tiba dengan pesawat bantuan kemanusiaan PBB.

Pelaut Asal Indonesia Dibawa ke Somalia | PT. Solid Gold Berjangka

“Kami mengumumkan pembebasan awak Naham 3 pagi ini,” kata John Steed, koordinator Hostage Support Partners (HSP) yang membantu merundingkan pembebasan mereka dalam pernyataan yang dirilis Oceans Beyond Piracy (OBP).

Kata Hirsi Yusuf Barre, Wali kot Galkayo, para kru (kapal) yang dibebaskan dari sandera bermalam di Galkayo.

Wilayah ini merupakan markas para perompak Somalia yang menawan awak Naham 3 dari Kamboja, Tiongkok, Indonesia, Filipina, Taiwan dan Vietnam.

LIMA tahun menjadi tawanan, 26 sandera asal Asia, termasuk diantaranya dari Indonesia akhirnya dibebaskan perompak Somalia. Mereka dibebaskan perompak Somalia pada Sabtu (22/10) waktu setempat.

Para awak kapal berbendera Oman itu kini berada Galmudug, Somalia Tengah, dan segera dipulangkan menggunakan penerbangan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sebelum dikirim ke negara asal mereka.

Berhimpun dalam kapal penangkap ikan Naham 3, para sandera dibajak perompak Somalia pada Maret 2012 di sebelah selatan Seychelles, atau 400 kilometer dari Ibu Kota Mogadishu.“Mereka tiba di Nairobi (Kenya) pada pukul 18.30 waktu setempat besok,” papar Hirsi di Somalia Utara.

Beberapa waktu lalu, kapal barang asal Indonesia juga dicegat kawanan bajak laut bersenjata asal Somalia. Masih belum diketahui berapa orang warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi sandra para perompak di Somalia.

PT Solid Gold Berjangka