Yogyakarta Bakal Lahirkan Ribuan Pebisnis Digital

PT. Solid Gold Berjangka — Menkominfo Rudiantara berharap, penyelenggaraan Gerakan Nasional 1.000 Pebisnis Rintisan Digital di Yogyakarta ini, mampu menumbuhkan ekosistem digital yang berkelanjutan.

Apalagi, Yogyakarta adalah salah satu dari tiga kota pertama, tempat digelarnya gerakan itu, setelah Jakarta dan Surabaya. Di mana, Gerakan Nasional 1.000 Pebisnis Rintisan Digital bakal berlangsung daerah lain seperti Kota Bandung, Semarang, Malang, Medan, Bali, Makassar, dan Pontianak.
Wakil Rektor Bidang Kerja sama dan Alumni UGM, Paripurna P Sugarda mengatakan, mahasiswa UGM memiliki talenta yang kuat sehingga memiliki andil besar mencetak pebisnis rintisan digital itu di Yogyakarta.

Ia berharap gerakan itu akan memicu kolaborasi dari setiap pemangku kepentingan di Yogyakarta, mulai pemerintah, komunitas, media, akademisi, dan para pelaku bisnis yang mendukung terlahirnya banyak pebisnis rintisan digital.

“Gerakan ini bukan hanya milik beberapa pihak saja, namun milik seluruh Bangsa Indonesia. Diharapkan seiring berjalannya gerakan ini akan mulai terbentuk ekosistem pebisnis rintisan digital yang ideal di Indonesia,” ujar Rudiantara.
Mengacu data Jogja Digital Valley, Yogyakarta tercatat memiliki 190 pebisnis rintisan digital dengan pertumbuhan 30 perusahaan setiap tahunnya. Basis pebisnis rintisan digital di Yogyakarta juga mampu bersaing hingga kancah internasional. Sebanyak 59 pebisnis rintisan atau 34,21 persen menyatakan berorientasi pasar internasional.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara meyakini, generasi muda Yogyakarta berpotensi menjadi pebisnis digital. Sesuai program Seribu Pebisnis Rintisan Digital pada 2020.

“Saya yakin karena orang-orang Yogyakarta ini kreatif,” kata Menkominfo Rudiantara dalam acara Lontaran Gerakan Nasional 1.000 Pebisnis Rintisan Digital di Graha Sabha Pramana (GSP), Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Sabtu (13/8/2016).

“Melalui gerakan ini diharapkan lahir 1.000 perusahaan rintisan berbasis digital yang akan mentransformasi Indonesia menjadi negara maju dengan anak muda sebagai motor penggeraknya,” imbuhnya.

Dengan banyak pebisnis rintisan yang lahir, kata Rudiantara, diharapkan bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi digital. Sehingga nilai perdagangan berbasis elektronik (e-commerce) di Indonesia bisa tembus US$130 miliar pada 2020.

Pencarian 1000 Startup Digital Sampai di Yogyakarta | PT. Solid Gold Berjangka

Gerakan Nasional 1000 Startup yang dipelopori Kementrian Komunikasi dan Informatika Serta Kibar sudah memasuki tahap ignition dan kini sudah masuki kota ketiga.

Setelah Jakarta, Surabaya kali ini seminar untuk menanamkan pola pikir kewirausahaan tersebut digelar di Yogyakarta.

Dipilihnya Yogyakarta sebagai salah satu dari tiga kota pertama tempat digelarnya gerakan ini bukan tanpa alasan. Dijelaskan Yansen Kamto Chief Executive Kibar menurut data yang dirilis Jogja Digital Valley, Yogyakarta tercatat memiliki sekitar 190 startup digital dengan pertumbuhan 30% setiap tahunnya.

‘Basis startup yang ada di Yogyakarta juga mampu bersaing hingga level internasional. Sebanyak 59 startup menyatakan bahwa mereka berorientasi pasar internasional,”ujar Yansen dalam keterangan resminya

Dia juga menuturkan bahwa ignition merupakan tahapan pembuka berupa seminar dengan menghadirkan para pembicara yang sudah mumpuni di bidang teknologi, kreatif, maupun startup. Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat para peserta makin terlecut untuk menjadi pelaku startup digital.

“Gerakan Nasional 1.000 Startup digital akan fokus di pembinaan dan pengembangan kapasitas. Lewat gerakan ini, kita punya mimpi bagaimana mendorong anak muda di Indonesia agar tidak hanya jadi konsumen, tetapi juga jadi pemain (startup digital). Itu semua tentunya perlu fondasi yang kuat,” ujar Yansen

Untuk melahirkan 1.000 startup digital, pada tahap awal ini gerakan tersebut akan digelar di 10 kota, antara lain di Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Bandung Semarang, Malang, Medan, Bali, Makassar, dan Pontianak.‬

‪Yansen menambahkan setelah ignition yang menargetkan 4.000 peserta setiap tahunnya, peserta yang tersaring akan mengikuti tahap workshop untuk diberikan pembekalan keahlian yang mereka butuhkan dalam membuat sebuah startup digital.‬‬ Peserta terpilih kemudian akan melanjutkan ke tahaphackathon untuk menghasilkan prototipe produk dari ide solusi aplikasi.

Makin mengerucut lagi, peserta akan memasuki tahap bootcamp, yang merupakan sesi mentoring mendalam untuk menyiapkan strategi peluncuran produk. Terakhir, 200 peserta terpilih akan diinkubasi selama kurang lebih tiga bulan, sehingga dalam waktu lima tahun akan tercipta 1.000 startup digital.

Ini Strategi Menkominfo Kejar 1.000 Startup Digital di Indonesia | PT. Solid Gold Berjangka

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menguraikan beberapa strategi pemerintah untuk mengejar target 1.000 startup digital di Indonesia. Hal ini dilakukan seiring dengan dicanangkannya Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital yang bertujuan mewujudkan Indonesia sebagai The Digital Energy of Asia.

“Indonesia harus kompetitif di bisnis ini dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, jangan sampai 250 juta penduduk Indonesia hanya menjadi konsumen sementara yang bermain di Indonesia justru orang luar negeri,” ujarnya dalam jumpa pers pencanangan Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital di Graha Sabha Pramana UGM, Sabtu (13/8/2016).

Rudiantara mengungkapkan pemerintah menargetkan startup digital di Indonesia bisa memberi kontribusi sebesar Rp 130 miliar pada 2020. Pada 2014, tercatat pembayaran usaha ini baru mencapai Rp 12 miliar.

Dia menuturkan pemerintah sudah membuat road map soal eCommerce dan akan diperkuat legalitasnya melalui keputusan presiden.

Selain itu, perbaikan infrastruktur juga digalakkan termasuk menargetkan pada 2019 kabupaten dan kota di Indonesia sudah terhubung dengan broadband untuk memperkuat jaringan.

Demikian pula dengan pendanaan, kata Rudiantara, pemerintah sedang menyiapkannya, antara lain melalui pajak murah, Pph dibuat flat, sehingga pembayaran mudah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Ia juga meminta pelaku bisnis startup tidak perlu risau dalam menjual produknya. Menurutnya, usaha startup yang tervalidasi akan mendatangkan uang dengan sendirinya. Kementerian perekonomian juga sudah menyiapkan road map terkait cara pemerintah mengalokasikan dana.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menguraikan beberapa strategi pemerintah untuk mengejar target 1.000 startup digital di Indonesia. Hal ini dilakukan seiring dengan dicanangkannya Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital yang bertujuan mewujudkan Indonesia sebagai The Digital Energy of Asia.

“Indonesia harus kompetitif di bisnis ini dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, jangan sampai 250 juta penduduk Indonesia hanya menjadi konsumen sementara yang bermain di Indonesia justru orang luar negeri,” ujarnya dalam jumpa pers pencanangan Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital di Graha Sabha Pramana UGM, Sabtu (13/8/2016).

Rudiantara mengungkapkan pemerintah menargetkan startup digital di Indonesia bisa memberi kontribusi sebesar Rp 130 miliar pada 2020. Pada 2014, tercatat pembayaran usaha ini baru mencapai Rp 12 miliar.

Dia menuturkan pemerintah sudah membuat road map soal eCommerce dan akan diperkuat legalitasnya melalui keputusan presiden.

Selain itu, perbaikan infrastruktur juga digalakkan termasuk menargetkan pada 2019 kabupaten dan kota di Indonesia sudah terhubung dengan broadband untuk memperkuat jaringan.

Demikian pula dengan pendanaan, kata Rudiantara, pemerintah sedang menyiapkannya, antara lain melalui pajak murah, Pph dibuat flat, sehingga pembayaran mudah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Ia juga meminta pelaku bisnis startup tidak perlu risau dalam menjual produknya. Menurutnya, usaha startup yang tervalidasi akan mendatangkan uang dengan sendirinya. Kementerian perekonomian juga sudah menyiapkan road map terkait cara pemerintah mengalokasikan dana.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.