20th is Meaning Well
-Write to be Worldwide-

Usia memang tidak membatasi segalanya, namun setiap manusia memiliki batas dimana seseorang tersebut berada di titik kedewasaannnya. Tak ayal, usia 20th memang sudah bukan lagi usia yang berpikiran layaknya remaja SMA yang belum begitu peduli dengan segala kejadian yang dialami dalam kehidupannya. Aku pun merasakan sendiri hal itu, di usia 20th ini bukan lagi memikirkan hal yang hanya menjadi keinginan saja, namun ada hal yang jauh lebih penting yaitu “kebutuhan untuk bisa hidup” di jaman yang semakin hari semakin kejam aku menyebutnya atau istilah “thug life” menurut bahasa sekarang, untuk bisa “hidup enak” tidak semudah membalikkan kedua telapan tangan. Untuk mencapai itu diperlukan effort yang lebih, tetapi tidak menutup kemungkinan juga banyak orang yang telah melakukan effort lebih tetapi masih belum juga mendapatkan “hidup enak” itu.
Banyak sekali contoh nyata yang kerapkali terlihat oleh mata kepala sendiri dan mendengar langsung dari orang yang mengalami. Sungguh dunia ini memang fana, jika kita tidak bisa teguh dalam pendirian tak sesekali kita mudah terjerat dalam fananya dunia ini. Nasihat orang tua selalu terngiang dalam pikiran, bahwa jadilah manusia yang tidak mudah digoyahkan. Anak muda usia 20th memang usia yang sedang gencar — gencarnya mencari jati dirinya masing — masing, sehingga tak banyak yang ingin coba — coba apa saja yang ada di hadapannya. Ya mungkin menurut orang lain hal itu buruk tetapi menurut mereka yang melakukan hal itu baik, maka dari itu anak muda usia 20th perlu adanya orang yang mengingatkan untuk tidak terkecoh dengan fananya dunia dan bisa menjadi anak muda yang memajukan bangsanya. Teringat sebuah pernyataan dari idola para anak muda, saat aku melihat beliau di sebuah Channel Interview di YouTube, beliau adalah Eyang Habibie.
“Jadilah anak muda yang mau mengubah dirinya menjadi lebih baik untuk menjadikan bangsanya menjadi lebih baik”.
Mendengar perkataan itu, membuat aku sadar, oh iya ya dalam hati berkata : apa yang sudah aku lakukan untuk bangsa ini (?), berapa banyak waktu yang aku buang percuma hingga usia 20th ini hanya untuk melakukan hal — hal yang tidak berguna (?), apa yang aku butuhkan dalam hidupmu ini (?), bagaimana bangsaku saat ini (?), bagaimana bangsaku nanti (?), dan bagaimana — bagaimana yang lainnya, yang begitu banyak bermunculan seketika saat mendengar perkataan tersebut. Perkataan itu tidak hanya membuat aku sadar, tapi juga berhasil membuat saya merenungkan apa dan bagaimana itu semua hingga berhari — hari.
Dari semua itu, aku hanya bisa berpesan kepada kalian yang mau membaca tulisan ini untuk selalu lakukan yang terbaik untuk bangsa ini, bukan hanya pada usia 20th ini saja, namun di mulai dari 20th inilah hal itu dimulai. Memang benar, memikirkan dunia tidak akan pernah ada habisnya dan entah apa penyebab itu semua, tapi yakinlah Allah selalu mendengarkan doa — doa hambanya dan pasti memberikan jawaban-Nya di waktu yang tepat.
Semarang, 2018.
