Kita hanyalah dua jiwa yang hilang, menari-nari dalam toples ikan.

Kau bilang waktu adalah konsep rekayasa manusia saja. Waktu tak akan jadi apa-apa tanpa kesepakatan diantara mereka. Kita dibohongi atas nama ilmu pengetahuan. Mereka yang menciptakannya, dan mendoktrin agar kita percaya.

Lalu kita ketakutan. Waktu merampas segalanya dari kita. Dan kenapa kita tidak menciptakan konsep waktu yang hanya kita sepakati berdua saja ?

Seperti misalnya waktu tak akan membawa kita menua, tapi sebaliknya. Atau waktu bergerak mundur, sehingga diakhir perjalanan ini aku akan bertemu denganmu lagi nanti.

Dan atau sebaiknya kita jadikan waktu sebagai sesuatu yang tampak. Bisa dilihat dan dipegang. Dengan begitu kita bisa menyimpannya di saku kita. Menjaganya agar tidak hilang.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.