“Seandainya saya masuk surga sedangkan istri di neraka saya memilih pindah kesana” (Sudesi, Arswendo Atmowiloto)

Kalimat itu pagi ini mengantarkan saya pada pikiran-pikiran tentang surga dan bagaimana bila kisah itu benar-benar terjadi.

Pikiran manusia saya yang hanya membayangkan sekenanya saja, sebatas pada apa yang mampu saya bayangkan dan terbatas pada apa yang saya pahami ini bertanya :

  1. Apa di surga ada cinta ?
  2. Apa di surga kelak ingatan kita dihapus agar kita lupa dengan apa saja yang pernahterjadi termasuk orang penting dalam hidup kita?
  3. Apa Tuhan akan menggantinya dengan yang jauh lebih baik dan membuat kita lupa dengan orang yang kita cinta ?
  4. Apa jika kita lupa dengan orang yang kita cinta akan membuat kita bahagia ?
  5. Apa seseorang sangat penting sehingga kita berani abai dengan Tuhan dan memilih masuk neraka ?
  6. Apa yang harus kita lakukan jika kita takut pada-Nya namun tak lupa dengan orang yang kita cinta ?
  7. Apakah Tuhan membiarkan kita memilih ?
  8. Apakah kita akan bahagia ?

Masih pagi rupanya.. tiap orang berjuang sendiri-sendiri untuk menggapai surganya. Tak usah dipikirkan pertanyaan-pertanyaan itu. Tuhan pasti punya jawabannya.

Bandung, 23 Agustus 2016

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.