Air Mata, Putri Kecilmu

source : google.co.id

Dulu…
Aku pikir engkau akan berjanji menjagaku
Menjaga segala perasaan dan ragaku ketika aku terlahir ke dunia
Tapi ternyata aku salah
Engkau menghancurkan perasaanku

Dulu…
Aku pikir engkau akan berjanji menjadi cinta pertamaku
Menjadi lelaki yang pertama dalam hidupku yang takkan menyakitiku
Tapi ternyata aku salah
Engkaulah lelaki pertama yang melukiskan luka terdalam dihatiku hingga kini
Dan membuatku sempat menutup rapat pintu hati untuk lelaki lain
Sulit untukku memaafkanmu karena luka yang engkau lukiskan sangat dalam

Dulu…
Aku pikir engkau akan berjanji menjadi seorang ayah yang baik
Menjadi ayah yang tahu akan kewajibannya pada putri kecilnya bahkan pada keluarganya
Tapi ternyata aku salah
Engkau tak seperti yang aku pikirkan dulu
Apa yang aku pikirkan berbanding terbalik dengan kenyataan yang aku hadapi saat ini

Dulu…
Aku pikir engkau akan berjanji mengajarkan dan menuntunku ke jalan yang benar
Mengajarkanku tentang ilmu dunia dan juga ilmu akhirat
Tapi ternyata aku salah
Engkau tak sedikitpun mengajarkanku tentang ilmu akhirat
Bahkan engkau tak mencontohkan padaku tentang ilmu akhirat

Dulu…
Aku pikir engkau akan berjanji selalu mengerti apa arti keluarga
Mengerti apa yang harusnya engkau lakukan terhadap keluarga yang engkau bangun
Tapi ternyata aku salah
Engkau tak sedikitpun mengerti apa itu keluarga
Engkaupun tak sedikitpun mengerti apa yang harus engkau lakukan pada keluargamu
Keluarga yang engkau bangun bersama istrimu, yaitu ibuku

Tuhan, bisakah ayah yang sekarang berubah ayah yang seperti aku pikirkan dulu?
Aku tak mengharapkan lebih
Hanya mengharapkan pengertiannya
Untuk putri kecilnya

Hanna Noverly, 2017