Detik demi detik ku lalui sendiri

Tanpa ditemani oleh dirinya

Ku berjuang sendiri

Mempertahankan yang tercinta

Akankah ia juga mempertahankanku?

Hanya dialah yang tahu jawabannya

Tuhan…

Apa yang terjadi padaku?

Apa salahku, Tuhan?

Mengapa ku dihukum seperti ini?

Berjuang sendiri tanpa dirinya

Menahan sakit seorang diri

Tanpa kamu mengerti betapa berat yang aku lalui

Aku hanya manusia biasa

Aku perempuan yang butuh kepastian

Aku ingin dianggap olehmu

Memang kodratku selalu menunggu

Tapi tidak ada seorang perempuan yang tak ingin kepastian

Tuhan…

Sampaikan keluh kesahku yang kurasa hingga saat ini padanya

Angin kawallah perjalanan menuju kepadanya

Semoga kau mengerti secepatnya

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.