3 pagi

ini jam 3 pagi
dan aku masih tenggelam dalam puisi
mata memohon ampun pada jemari yang enggan berhenti

kurenungi aksara yang kau bawa
yang mengusik setiap kali ku hendak pejamkan mata

batinku meracau
bagaimana bisa hadirmu menyesatkan?
padahal ketiadaanmu itu meresahkan

ini jam 3 pagi
dan aku masih belum bisa berhenti
masih tenggelam dalam puisi

kurangkai agar nona terpukau
berharap sendu-ku pahami engkau

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.