Bur..uh

image by pinterest.com

“Aksi buruh jangan dipolitisir dong".

“Wtf! Emang selama ini aksi buruh nggak politis? Emang, gimana sih aksi buruh atau aksi-aksi massa yang nggak politis itu? Saya membatin "

Petikan kuot itu tidak sengaja saya baca di linimasa media sosial saya. Barangkali orang itu mangkel, karena mendapati sekelompok buruh membakar karangan bunga untuk ahok.

Aksi itu, oleh kelas menengah ngehek (eh, kelas buruh yang tidak menyadari identitas keburuhannya) menjadi penyemangat untuk semakin menistakan aksi-aksi peringatan hari buruh. Bagi mereka, demonstrasi hari buruh tidak lebih dari tindakan orang-orang bodoh,pemalas,dan tidak tahu diuntung, yang semakin memacetkan jalanan ibukota. Barangkali mereka akan berfikir, “kalau mau gaji naik berkarya dong! kerja aja nggak becus minta gaji naik". Atau seperti ini," kalau klean pada minta naik gaji, terus gaji klean naik, ya otomatis harga-harga ikutan naik dong, dasar tolol".

Barangkali, nalar-nalar kritis ala kelas menegah ngehek itu keluar pasca mereka orgasme, tepat di malam libur nasional Hari Buruh, lebih tepatnya setelah mereka semalaman suntuk party di sebuah diskotik di bilangan kuta dan setelah itu orgy berkali-kali dengan beberapa bule, barangkali.

Mungkin ini yang oleh Gramsci dipahami sebagai Hegemoni. Atau, yang oleh Marx disebut sebagai Kesadaran Palsu. Kondisi ketika kelas buruh merasa kalau mereka itu bukan buruh. Tapi, betapa hebatnya sistem kapitalisme ini hingga dapat menciptakan manusia-manusia delusional semacam buruh-buruh yang menista kaumnya sendiri itu.

“Gue bukan buruh keleus, gue ini karyawan. Gue bukan buruh keleus, gue ini pegawai bank. Gue bukan buruh keleus, gue ini dosen. Gue bukan buruh keleus, gue ini pegawai BUMN". Wtf, selama hidup klean masih bergantung dengan yang namanya gaji, selama yang kalian lakukan itu menjual tenaga kalian, entah itu ke korporasi swasta, BUMN, atau bahkan Negara, ya kalian itu, Buruh!

Jadi mana yang tolol, manusia yang mengenali siapa dirinya, paham kalau sedang ditindas, dan berusaha melawan penindasan itu, atau manusia delusional yang malah berhasrat untuk ditindas, sembari menista perjuangan kaum mereka?

PS: Aksi pembakaran karangan bunga memang benar benar sebuah pengkhianatan terhadap gerakan buruh. Karena motif dari aksi itu sama sekali tidak terkait dengan perjuangan kelas buruh,namun semata-mata hanya didorong oleh persoalan elektoral di pilkada DKI belaka.