Ilmu Dasar Investasi

APA ITU INVESTASI?

Apa yang pertama kali terlintas dalam pikiran Anda mengenai investasi?

Mungkin Anda akan langsung berpikir ke: properti, emas, atau deposito.

Padahal masih banyak produk investasi lainnya yang dapat memberikan keuntungan yang lebih baik dari ketiga produk diatas, namun belum semua orang mengenal apalagi memahami produk investasi pasar modal, seperti: Reksadana, Saham, atau Obligasi.

Secara umum definisi investasi adalah menunda konsumsi saat ini untuk mendapatkan nilai kompensasi yang lebih di masa yang akan datang.

Dalam bahasa penulis, investasi adalah sebuah usaha dengan keterlibatan minimal untuk sebuah kompensasi.

Kompensasi tersebut harus diatas besarnya INFLASI!

  1. Jika nilai kompensasi < inflasi maka itu tidak bisa disebut sebagai Produk Investasi, namun mungkin bisa kita sebut sebagai simpanan atau tabungan.
  2. Jika Modal Investasi di kemudian hari bisa menjadi 0 (NOL) atau hilang, maka itu bukan Produk Investasi, namun penipuan.

RISK & RETURN

Banyak yang terjadi di masyarakat kita, tergiur oleh penawaran produk investasi dengan imbal hasil yang tidak wajar, seperti imbal hasil fixed 10 % tiap bulan atau bahkan 20 % setiap bulannya. Padahal, jika pun benar imbal hasil itu diberikan di awal, kemungkinan besar dananya diperoleh dari dana investor yang baru bergabung dalam produk yang ditawarkan, skema ini dikenal sebagai skema “ponzi”, begitu banyak investor yang tergabung, maka masalah mulai timbul, dana investor tidak dapat dikembalikan sesuai dengan perjanjian sebelumnya.

Agar kita tidak salah mengambil keputusan untuk melakukan investasi, biasakan kita terlebih dahulu mengetahui apa saja resiko-resiko yang akan kita hadapi jika investasi tersebut mengalami kegagalan atau tidak sesuai dengan ekspektasi.

Ada 2 kata kunci didalam investasi:
1. RISK (Resiko)
2. RETURN (Keuntungan)

Yang biasa dinyatakan dalam bentuk persen: % risk & % return
“Seberapa besar RISK (resiko) yang akan kita tanggung jika sebuah investasi kita jalankan dengan ekspektasi RETURN (keuntungan)-nya”

Catatan: 
Ekspektasi keuntungan itu hanya ada dalam hitung-hitungan diatas kertas, realisasinya adalah saat kita mengambil keuntungan tersebut (“take profit”). Sebelum kita realisasikan keuntungannya, maka itu baru bersifat rencana atau potential profit/loss.

Berikut beberapa contoh resiko investasi di Pasar Modal:

  1. Resiko Wanprestasi, yaitu resiko potensi terjadinya gagal bayar baik bagi hasil maupun pokok dana investasinya dari produk reksadana.
  2. Resiko Perubahan kondisi ekonomi & politik, yang dapat mempengaruhi harga efek (saham/obligasi) di pasar modal secara sistematik.
  3. Resiko Likuiditas, yaitu resiko tidak dapat dilakukannya penjualan kembali, karena: Bursa efek dihentikan sementara, keadaan darurat, tidak ada yang membeli efek/saham yang kita miliki, dll.
  4. Resiko Pasar, yaitu resiko yang ditimbulkan karena turunnya harga efek yang menjadi aset dasar reksadana.

Ada 2 sumber keuntungan yang bisa dihasilkan investasi di Pasar Modal:

  1. Annual Income
  2. Capital Gain

Saham dapat memberikan 2 “potensi” sumber keuntungan: Annual income dari dividen & Capital Gain dari kenaikan harga saham.

Disebut “potensi” karena bisa menjadi capital loss dari penurunan harga saham jika kita realisasikan penjualannya atau pada saat tertentu perusahaan tidak membagi deviden-nya.

REKSADANA (MUTUAL FUND)

Reksadana adalah produk investasi yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI) dengan underlying aset pada pasar modal: Saham, Obligasi, & Pasar Uang.

Berikut adalah bentuk reksadana menurut UU Pasar Modal No. 8/1995:

Source: The Indonesia Capital Market Institute

Reksadana yang secara umum dikenal oleh masyarakat adalah reksadana KIK.

Berikut contoh mekanisme kegiatan Reksadana berbentuk KIK:

Source: The Indonesia Capital Market Institute
  1. Fungsi Manajer Investasi (MI): membuat kontrak dengan bank custodian untuk reksadana KIK, mengelola portofolio, membeli kembali unit penyertaan, menghitung nilai pasar wajar (NPW) efek dalam portofolio setiap hari bursa.

2. Fungsi Bank Kustodian: 
- Safe Keeping: menyimpan semua dana dan efek yang terkumpul dalam reksadana
- Fund Admin: menghitung nilai aktiva bersih (NAB) setiap akhir bursa
- Transfer Agent: mencatat pembelian (subscribe), pengalihan (switching) & penjualan (redeem) oleh investor

3. Fungsi Perantara Pedagang Efek (Sekuritas): Perantara Manajer Investasi (MI) dalam jual/beli saham/obligasi/pasar uang

Berdasarkan urutan resiko investasi, berikut adalah urutan produk reksadana dari yang paling rendah s/d paling tinggi resikonya:
1. Reksadana Pasar Uang/Money market (>80% deposito/hutang < 1 tahun)
2. Reksadana Pendapatan Tetap/Fixed Income (80% obligasi/hutang>1 tahun )
3. Reksadana Campuran (Saham 30%, Obligasi 60%, Pasar Uang 10%)
4. Reksadana Saham (80% Saham, 20% Obligasi/Pasar Uang)