Capterra, Website Direktori Software

Ketika ada permintaan dari calon client untuk pembangunan software, biasanya kami diminta mempersiapkan demo. Agar tidak memakan waktu dan tenaga, kami sering menggunakan software dari vendor lain yang tersedia dalam solusi SaaS (Software as a Service). Solusi seperti ini banyak yang menawarkan free trial 30 hari. Kami memiliki account email khusus untuk sign up ke berbagai aplikasi.

Untuk mencari software tersebut, kami menggunakan sebuah website direktori software yang bernama Capterra. Capterra merupakan sebuah website yang menyediakan tempat bagi para software developer untuk memposting aplikasi mereka. Capterra membagi software tersebut ke dalam beberapa kategori, sesuai fungsinya. Selain dapat melakukan pencarian, pengunjung juga dapat melakukan filtering sesuai fitur-fitur software yang diinginkan. Capterra memberikan manfaat baik untuk software developer, maupun pihak yang membutuhkan software.

Kisah Sukses Capterra

Capterra didirikan oleh seorang konsultan IT yang sebelumnya bekerja di PWC (perusahaan konsultan bisnis multinasional, ada juga kantornya di Indonesia), yang bernama Michael Ortner. Pada akhir tahun 1999, Michael memutuskan untuk keluar dan memulai bisnisnya sendiri. Melihat banyaknya perusahaan yang kesulitan mencari solusi software, dan banyak juga software developer yang mengalami kesulitan dalam marketing, Michael memutuskan membuat website marketplace Capterra.

Saat memulai bisnisnya, Michael mengumpulkan modal dari bantuan teman-teman dan keluarganya. Model bisnis Capterra adalah langganan (subscription) untuk para software developer. Namun, untuk menarik para software developer agar mau memasukkan aplikasinya di Capterra, Michael memberikan promo gratis selama beberapa bulan.

Ternyata bisnis tidak berjalan baik untuk Capterra, pelanggan berbayar pertamanya baru datang pada pertengahan 2001 (1,5 tahun sejak Capterra didirikan), pelanggan kedua pada pertengahan 2002 (1 tahun sejak pelanggan pertama), dan pelanggan ketiga pada akhir tahun 2002. Dengan adanya pelanggan yang mau membayar (meskipun baru 3), Michael percaya masih ada peluang di bisnis ini.

Pada akhir tahun 2002, Capterra mengubah strategi bisnisnya. Tidak lagi menggunakan model subscription, tapi diganti dengan PPC (Pay Per Clik). Jadi software developer hanya akan membayar jika pengunjung Capterra meng-klik link ke website aplikasi developer. Model ini sangat disukai oleh para software developer, dalam 3 bulan Capterra sudah memiliki 50 pelanggan berbayar! (Bandingkan dengan model subscription, dalam 2 tahun hanya dapat 3 pelanggan). Pada tahun 2003 Capterra mencapai BEP, dan pada tahun 2004 sudah dapat melunasi hutangnya yang hampir mencapai 250.000 dolar (jika menggunakan kurs Rp 13.000,- maka setara dengan Rp 3,25 miliar). Pada tahun 2007 lebih dari 2 juta perusahaan yang membeli software di Capterra setiap tahunnya, dan sudah lebih dari 10.000 software developer yang bergabung.

Sumber: http://www.ecommercetimes.com/story/60242.html

Pelajaran yang Bisa Diambil

  1. Untuk memperoleh modal bisnis, kita dapat meminta bantuan dari teman-teman atau keluarga.
  2. Dalam menjalankan bisnis kita harus tekun dan tidak mudah menyerah. Meskipun Michael baru memperoleh 3 pelanggan selama lebih dari 2 tahun, dia tidak menyerah dan yakin bahwa bisnisnya masih punya peluang.
  3. Jika satu strategi tidak berhasil, maka cari strategi lain. Don’t change your goals, but change your strategy.
  4. Startup yang sukses tidak harus memiliki modal yang besar dari investor. Michael telah menbuktikan bahwa dengan bootstrapping (modal sendiri) dan ketekunan, startupnya bisa sukses.

Semoga menginspirasi ☺