Obrolan Warung Kopi di akhir Agustus’18 — Scrum Chapter Bandung

Aria Hadi Wardhana
Sep 5, 2018 · 3 min read

Efek dari komunitas Scrum.or.id setelah melakukan Scrum Coaching Retreat di Imah Seniman mulai terasa, beberapa members dari telegram Scrum Chapter Bandung juga haus ingin kecipratan ilmu yang didapat oleh para Scrum Coach disana… Ramai chit chat di telegram group berujung diadakannya meetup segera :).

Komunitas Scrum.or.id Meetup 31/08/18

Rintik hujan dan dinginnya malam diakhir bulan Agustus tidak menghalangi meetup dilaksanakan. Bertempat di Bloom, cafe atau warung kopi didaerah Ciumbuleuit, meetup kali ini memakai format Lean Coffee. Ihsan sebagai fasilitator menjelaskan aturan mainnya. Setiap yang hadir harus mengusulkan 1 tema bahasan (atau pertanyaan) yang ingin didiskusikan, kemudian dicollect dan di-vote untuk menentukan urutan untuk didiskusikan bersama. Agar fit bisa kelar di jam 9pm, diputuskan tiap tema di time-box 8 menit.

Diskusi mengalir interaktif dan fun, dimulai dengan pertanyaan yang paling banyak di vote “Kenapa harus pakai Scrum, jika saya rasa tanpa scrum-pun toh development dikantor saya berjalan baik2 saja?”.

Kemudian diskusi dilanjutkan dengan pertanyaan “Bagaimana menyikapi jika ada member dari development team yang menjadi toxic atau selalu negatif terhadap scrum dan aktifitas team, padahal ybs terbukti tidak bisa keep up dengan ritme team dan tidak menyelesaikan tanggung jawabnya?”. Diskusi tema ini berlangsung seruuu dan ternyata kurang waktunya dan disepakati kudu nambah 1 cycle. Malahan diujung diskusi, ini masih menyisakan pertanyaan “Bagaimana melaksanakan retrospective yang baik sehingga tidak berujung drama, dan bagaimana peran Scrum Master?” (mungkin ini bisa dibawa di meetup selanjutnya guys :)…)

Pindah ke tema berikutnya adalah sharing mengenai praktik-praktik pada Sprint Planning, termasuk mengenai epic, user story, sprint backlog, yang intinya bahwa Sprint Planning merupakan event untuk scrum team buat mengatur strategi dan memfinalisasi aktivitas untuk sprint selanjutnya agar bisa mendeliver value.

Diskusi kemudian berlanjut ke “Penerapan Scrum di bagian lain selain IT”. Salah satu member berbagi pengalaman penerapan IT di bagian Customer Services perusahaannya, kemudian ada juga yang sharing pengetahuan tentang penerapan pada spotify yang menekankan creating lingkungan yang Safe to Fail. Difollow up juga di group telegram, Tian sharing contoh penerapan di renovasi rumah sakit bungsu di bandung. Walaupun memakai kanban (bukan scrum) tapi goals achieved. Check this link https://youtu.be/nEKuY9P53Q4

Sambil ngopi, nyemil pisang goreng, nyomot bala-bala diskusi pindah berturut-turut ke tema selanjutnya “Bagaimana implementasi Scrum tanpa seorang Scrum Master” dan “Bagaimana saya tahu team saya sudah mengimplementasikan Scrum dengan baik?”. Kedua tema tersebut dilontarkan oleh member-member yang merupakan scrum team dari Agathe, yang ternyata terbilang sukses mengadopsi Scrum untuk pengembangan game tailor made based on request klien. Ini memunculkan pertanyaan yang menarik, “Jika Scrum di perusahaan saya sudah baik, “What next?”. Mencoba menjawab, salah satu member, Najla, sharing mengenai Agile Fluency Model-nya Martin Fowler, yang bisa dilihat di link ini untuk detailnya.

Tema selanjutnya yang dibahas tidak kalah menarik, yaitu “Bagaimana membuat team dan juga organisasi dalam pengimplementasi-an Scrum tidak menyuruh atau chain and command?

Tidak terasa sudah hampir 2 jam….Tema terakhir yang dibahas cukup ringan yaitu, “Apa yang paling disuka atau “most impressed” dari Scrum”. Menarik ketika menyimak jawaban dari member meetup, karena sebagian besar, sangat suka dan terkesan dengan “Daily Scrum Meeting”. Menurut mereka, melalui event inilah pertama kali mereka mengenal Scrum dan ingin lebih mendalami scrum. Dan di daily scrumlah mereka bisa melakukan inspect dan adapt akan progress dan produk yang didevelop dengan cepat.

Pas jam 9 malam, diskusi berakhir…Puas rasanya bisa berbagi pengetahuan dan pengalaman. Praktisi Scrum yang hadir kali ini memang memiliki berbagai latar belakang dan pengalaman yang berbeda-beda dalam mengadopsi Scrum, sehingga meteri yang didiskusikan cukup variatif dan sangat menarik :)

Jika kamu tertarik bergabung, jangan sungkan, silakan langsung aja join di telegram group untuk berdiskusi atau jadi member di Scrum Bandung Meetup buat pantau agenda meetup selanjutnya.

Scrum On, See you next time!

Written by

Praktisi Agile dan Scrum | Founder dan CEO Agileacademy.id | Seasons Sales and Marketing

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade