celometan: Selamat jalan Mbah Imam

“E…..ojolali, warahno Kyai Said kalau aku sakit di MMC.”
Itu kata terakhir Mbah Imam Mudzakir ketika saya bezuk di ICU MMC Kuningan, minggu 14 Mei 2017.

Kami kehilangan sosok yang sangat mencintai NU, bahkan mencintai gedung NU peninggalan Gus Dur.
Ketika Masjid An Nahdla direnovasi, Mbah Imam ditunjuk sebagai ketua pembangunan.
Juga ketika pembangunan gedung PBNU 2 dan Universitas UNU di Jl. Amir Hamzah, Beliau juga yang ditunjuk sebagai ketua pembangunan.

Meski tergolong gendut, namun lincah, termasuk lincah melobi beberapa pihak untuk membantu biaya pembangunan.
“Mas, tolong dibantu semen. Itu tolong digeser yang dari Semen Indonesia, kita masih butuh 1000 sak semen lagi, “ kata Mbah Imam kala itu.

Kami akan kangen sapaanmu dari depan ATM depan PBNU. Kemudian kita cekikikan karena cerita-cerita yang lucu.

SELAMAT JALAN KH. IMAM MUDZAKIR.
SEMOGA KHUSNUL KHATIMAH.

Like what you read? Give Arie Prasetyo a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.