tips:Bagaimana sampean Tetap Menarik Meski Tidak Ganteng

Tulisan ini hanya fiktif belaka ya, jangan percaya pada tulisan. percayalah pada tuhan, sesungguhnya percaya pada tulisan hukumnya haram

Wajah rupawan adalah anugrah yang tidak dimiliki setiap orang. Walau keberuntungan itu bisa sangat membantu dalam menarik lawan jenis, namun kenyataannya banyak pria dengan wajah rata-rata tetap bisa menemukan jodohnya.

Pasalnya, berbeda dengan pria yang menganggap kecantikan atau penampilan fisik sebagai sesuatu yang penting, perempuan tidak semata-mata melihat ketampanan sebagai cara utama memilih pasangan.
“Perempuan lebih cerdas dan memiliki pertimbangan mendalam untuk bisa tertarik pada laki-laki,” ujar Dawn Maslar penulis buku Men Chase, Women Choose.

Lalu bagaimana cara mendapatkan perhatian dan menjadi seseorang yang tetap menarik bila Sampean tidak termasuk yang berwajah ganteng atau sudah kehilangan kegantengan karena digerogoti usia? Menurut Maslar, salah satu senjata yang harus dimiliki pria untuk menjadi atraktif adalah selera humor yang bagus.

Alasannya, humor bisa menghilangkan batasan, berupa rasa ketidakpercayaan perempuan pada seorang pria. Humor membuat seseorang menjadi senang dan nyaman, dan akhirnya percaya. Oksitosin, hormon yang berperan dalam ikatan emosional muncul karena ada rasa percaya.

“Kita bisa merasakan seseorang lucu bila kita dekat dan percaya kepadanya. Sebaliknya, seseorang yang lucu juga membuat kita merasa lebih dekat dan mudah percaya. Jadi dua hal itu bekerja bersamaan,” ujar Maslar.
Bagaimana bila Sampean kurang lucu atau selera humor Sampean kurang bagus? Untunglah humor punya saudara yang bisa membuat Sampean tetap menarik. Namanya adalah kreativitas. Kemampuan orang untuk melakukan hal-hal unik selalu menarik dan membuat orang lain ikut bergairah. Perasaan tertarik karena kreativitas membuat tubuh melepaskan dopamin, yang juga membuat seseorang merasa senang.

Menurut riset yang dipublikasikan di journal Royal Society Open Science, pria yang lebih kreatif dianggap lebih menarik juga. Para peneliti itu melihat bagaimana kreativitas memberi persepsi yang berbeda pada pria yang penampilannya kurang rupawan. Artinya, bila Sampean kreatif, maka kemungkinan lawan jenis tertarik akan lebih besar juga.

Namun meskipun Sampean lucu dan kreatif, Sampean tetap perlu cara yang tepat untuk menunjukkan hal itu. Misalnya Sampean punya berbagai bahan lucu atau kreatif, namun menyampaikannya dengan terbata-bata atau tidak percaya diri, maka mereka yang mendengarnya tidak akan menganggapnya lucu.

Keragu-raguan mengindikasikan bahwa Sampean tidak nyaman dengan diri Sampean sendiri, atau tidak percaya diri di sebuah lingkungan. Dan hal itu membuat orang lain tidak tertarik.

“Pria yang percaya diri selalu akan menjadi lebih menarik,”ujar Maslar. “Ketika Sampean memasuki sebuah ruangan dan bersikap seolah Sampean menguasai tempat itu, perempuan akan lebih tertarik untuk mengenal Sampean.”

Apa yang membuat seorang pria percaya diri? Menurut Maslar, jawabannya adalah rasa nyaman terhadap dirinya sendiri dan tidak takut. Rasa nyaman akan terlihat saat seseorang berbicara dan berinteraksi dengan orang lain, dan itu akan membuat orang di sekitarnya menjadi nyaman juga.

Bagaimana nasib mereka yang ingin tetap menarik namun tidak lucu, tidak kreatif, tidak memiliki rasa percaya diri, dan tidak ganteng? Untunglah sampean masih ada harapan: hal-hal di atas tidak terlalu menjadi masalah bila Sampean menemukan seseorang yang mencintai Sampean. Rasa cinta bisa tumbuh bila seseorang mampu menjaga persepsi positif pada pasangannya, dan hampir semua perempuan berharap pada hubungan jangka panjang yang menyenangkan. (baca: derita sampean lah,)

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.