Nasib Data Warehouse pada era Big Data?

Data Warehousing merupakan kata yang umum digunakan pada 10–20 tahun kebelakang ini, sedangkan Big Data merupakan tren yang lebih terkini, 5–10 tahun kebelakang tepatnya. Sederhananya, keduanya berperan untuk menyimpan data yang sangat banyak yang digunakan untuk reporting yang di-manage menggunakan alat penyimpanan elektronik.

Namun kemunculan Big Data telah mengubah teknologi informasi dengan cepat. Didukung oleh project-project open source dari Apache Foundation, Big Data berhasil menawarkan cara yang cost-effective bagi organisasi untuk memroses dan menyimpan berbagai jenis data baik itu terstruktur, semi-terstruktur, maupun tidak tersetruktur dalam jumlah yang sangat besar.

Banyak pemikiran yang bermunculan bahwa Big Data akan menggantikan Data Warehousing dalam waktu dekat ini. Apakah benar hal tersebut akan terjadi? Apakah Data Warehouse akan menjadi tidak relevan lagi dengan kemunculan Big Data?

Untuk mengetahuinya, kita akan memulai dengan membandingan Data Warehouse dengan Big Data, yang dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Data Warehouse vs Big Data

Berdasarkan penjelasan pada gambar di atas, kesimpulannya sebenarnya mudah. Big Data dan Data Warehousing tidak dapat saling menggantikan satu sama lain, karena keduanya digunakan untuk tujuan yang sangat berbeda. Sehingga jelas Data Warehouse masih sangat relevan, justru dengan kemunculannya Big Data penggunaanya dapat lebih dimaksimalkan lagi.

Referensi

http://mti.binus.ac.id/2017/10/04/data-warehouse-di-era-big-data/

https://cdn.ttgtmedia.com/BeyeNETWORK/downloads/BigDataE-Book_final.pdf

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade