Arif Hadian
Jul 25, 2017 · 2 min read

Basah di Tengah Hujan

Aku ingin kau tersenyum, seperti memasuki dunia impian yang dingin.
Menari dan bernyanyi dalam ketelanjangan pikiran kita.
Hujan dua kota ini melelahkan pikiran kita
Antara yang menunggu dan ditunggu; "darimanakah bisa kita membuat sebuah cerita dan tersesay di dalamnya?"

Aku gunakan mantel untuk berjalan di tengah hujan. Aku gunakan juga mantel untuk bercerita. Gelas kopi di kedai Gunawan Budi Santoso dan seminar puisi Saut di selasar kampus, puisi seperti batu-batu besar untuk dilemparkan ke kepala sendiri.
Berdarah yang tidak merah, merah yang tidak berdarah, antara asap sisa pembakaran dan bau obat merah pengores luka.
Hujan jadi lembar kertas kosong untuk tidak ditulis.
Hujan telah jadi kertas untuk digambar.

Sebuah gambar perempuan telanjang dalam potret mata kamera. Mata yang mengembalikan pandangan-pandangan yang kabur, seperti menyalakan api unggun di tengah hujan.
Aku gunakan juga mantel untuk menunggu mata kamera mengembalikan sesuatu yang ditunggu di tengah hujan.

Darimanakah kita, belajar berciuman dalam kota besar yang ditumbuhi gedung-gedung, hotel-hotel, dan asap knalpot bus.
Darimanakah juga kita belajar berpelukan di tengah hujan dua kota yg deras, kita gunakan mantel untuk berpelukan.
Kita sama-sama heran, kenapa kita bisa berpelukan dan berciuman di antara gereja-gereja tua yang membeku, antrean orang-orang di loket kereta, dan ibu-ibu di sebuah teater di Jakarta hingga Yogyakarta yang mengeras di lempar semen.
Kita sama-sama gila dalam pelukan dan ciuman yang membuat lupa; hidup bukan untuk berpelukan dam berciuman saja.

Hujan dua kota membuat basah wajah kita. Pada balutan mantel, kita basah oleh diri sendiri.
Yang menunggu kereta di peron.
Yang menunggu hujan reda.
Yang menulis seperti mengosongkan cerita dalam omong kosong puisi dan novel yang sedih.


Untukmu yang selalu kudekap dalam hangat mantel & selimut “A”

Arif Hadian

Written by

aku ingin dibaca

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade