Amatir

Amatir. Apa yang terbayang dalam pikiran kita mengenai kata ini?. Kata ini sungguh tidak enak didengar, karena selalu dikonotasikan dengan suatu hal yang sifatnya jelek, kurang bagus atau asal-asalan. Bahkan bagi banyak orang termasuk saya, sangat benci, khawatir kalo tidak takut disebut seorang amatir. Amatir atau Amateur, kata ini diambil dari bahasa perancis dan akar katanya sendiri berasal dari bahasa latin amator yang artinya lover atau amare yang artinya to love. Dalam bukunya Show your work, Austin Kleon menggambarkan seorang amatir sebagai seseorang yang dengan antusias melakukan pekerjaannya dilandasi semangat rasa cinta, tanpa meminta imbalan ketenaran, uang atau karir
Menjadi seorang amatir mempunyai banyak keuntungan dibanding dengan seorang profesional, karena seorang amatir, tidak akan merasa kehilangan. Mereka bersedia melakukan apapun dan mau berbagi hasil. Mereka mau mengambil kesempatan dan resiko. Bereksperimen dan mengikuti apa yang menjadi hasrat dan gairahnya. Kadang-kadang mengerjakan sesuatu dengan cara-cara “amatir” dapat menemukan hal-hal baru. Pendeta Zen Shunryu Suzuki mengatakan “Dalam benak seorang pemula dan amatir terdapat tak terhingga kemungkinan, dalam benak seorang ahli dan professional adalah terhitung”
Seorang amatir tidak takut untuk membuat kesalahan atau keliatan tolol dihadapan orang lain. Mereka orang yang di “mabuk cinta”, jadi mereka tidak ragu-ragu mengerjakan pekerjaan yang orang lain anggap sebagai pekerjaan bodoh. “suatu aksi kreativitas yang paling bodoh sekalipun tetaplah merupakan aksi kreativitas” demikian tulis Clay Shirky dalam bukunya Cognitive Surplus. Dalam spektrum kreativitas, perbedaan antara biasa-biasa saja dan bagus sangat jauh, akan tetapi meskipun biasa-biasa saja tetap masih dalam spektrum, kita masih bisa bergerak dari spektrum biasa-biasa saja menjadi bagus secara bertahap. Perbedaan yang paling nyata adalah antara tidak melakukan apapun dan melakukan sesuatu. Para amatir tahu bahwa berkontribusi terhadap sesuatu adalah lebih baik dibanding tidak berkontribusi sama sekali.
Adalah seorang musisi kelas menengah dan seorang komposer, William Herschel (1738–1822). Herschel sangat menyukai astronomi dan rasa cinta Herschel terhadap astronomi membuat dia mau menggunakan uang yang dia dapat sebagai seorang musisi untuk membuat sebuah teleskop. Siang hari dia berkerja sebagai musisi dan komposer, ketika malam tiba dia bersama teleskopnya menjelajahi langit malam melihat benda-benda langit, dengan tekun dia mencatat dan membuat katalog. Di akhir hayatnya, katalog yang dibuatnya berisi 5000 benda langit. 18 Maret 1781, tanggal itu akan tercatat selamanya dalam dunia astronomi, Herschel menemukan benda langit yang menjadi planet ke-7 di tata surya. Uranus. Penemuan yang mengantar Herschel seorang astronom amatir dipilih menjadi anggota Royal Society, London.
Seorang amatir, mungkin tidak pernah mengecap pendidikan formal, seperti Herschel, tapi mereka semua adalah “lifelong learners”, mereka mau membuka titik pembelajaran secara total. Para amatir adalah orang-orang biasa yang terobsesi oleh sesuatu dan menumpahkan seluruh energi untuk melakukannya dan mewujudkannya, kadang-kadang mereka mampu mengajari kita lebih dari seorang ahli. Seringkali dua orang anak sekolah mampu memecahkan sebuah masalah yang sulit lebih baik dari yang dilakukan seorang ahli. Melihat seorang amatir bekerja dapat menginspirasi kita semua. Demikian dikatakan oleh C.S Lewis penulis The Chronicle of Narnia.
Dunia amatir adalah dunia yang menyenangkan, dimana saya bisa belajar apa saja, tanpa harus merasa malu. Dalam setiap kesempatan mengajar fotografi saya selalu mengutip dan mengulang pernyataan Ken Rockwell tentang 7 Level of Photographer. Jadilah fotografer amatir yang menyukai fotografi dengan semangat mencintai dan gairah berkreasi, jadilah fotografer profesional jika menyukai fotografi dengan semangat dan gairah atas nama uang. “Saya seorang amatir” demikian kata Andre Kertesz pada tahun 1930, “Dan saya akan tetap begitu selama hidup saya”. Beberapa tahun sebelum meninggal pada tahun 1985 Kertesz masih menganggap dirinya amatir “Sampai hari ini saya tetap menganggap diri saya sebagai seorang amatir, dan tetap berharap seperti ini sampai akhir hidup saya, karena saya selamanya seorang pemula, yang selalu belajar menemukan dunia lagi dan lagi”. Andre Kertesz, adalah seorang fotografer paling penting dalam sejarah foto jurnalisme dunia.
Dunia berubah dengan sangat cepat semua aspek kehidupan berubah, suka tidak suka langsung tidak langsung mengubah kita menjadi seorang amatir. Cara terbaik untuk menghadapinya adalah dengan memulai membagi kreatifitas kerja, berfikir apa yang ingin kita pelajari, membuat komitmen untuk belajar setiap saat. Lihat sekeliling kita, carilah ruang-ruang kosong yang bisa kita isi dengan usaha kita sendiri, tidak peduli seberapa buruk perkerjaan kita pada awalnya. Untuk saat ini, jangan pikirkan bagaimana pekerjaan kita menghasilkan uang atau meningkatkan karir. Lupakan keinginan untuk menjadi seorang ahli atau profesional, kenakanlah pakaian ke-amatiran di dalam hati dan kecintaan kita. Bagikanlah apa yang kita cintai, dan orang-orang dengan rasa cinta yang sama akan menemukan kita. Saya bangga menjadi seorang amatir.
to my fellow who proud of being amateur…