Menggambar Ilusi

via google.com

Mengelilingi hari agar berganti bulan lalu berganti tahun
Menepi di sela sela pagi, siang dan senja, hanya sekitar 5 menit.
Berkaca pada alas kening, sembari melihat cerminan akal yang lainnya
Lalu kembali menggambar sketsa-sketsa ilusi

Untuk apa?
Ilusi kau gambar lalu kau tangisi?
Bukankah yang nyata hanyalah Dia?

“Sesak…”, kau ulang kata ini beberapa kali.
Bukankah sesakmu pun ilusi dan yang nyata adalah Dia?

Kau pikir cukup bermodalkan 5 menitmu untuk membeli satu-satunya kenyataan dariNya?
Atau memang yang kau inginkan hanyalah ilusi?
Lalu menjebak dirimu dalam akalmu sendiri?

Kau memilih ilusi rapuh di saat Ia menawarkanmu kuat yang nyata
Kau menetapi gelisah di saat Ia menarikmu pada ketenangan yang nyata
Kau menggenggam lelah di saat Ia mendekapmu erat

ILusimu, akan hilang terhapus detik , dengan mudahnya…
Masihkah dalam anganmu terbersit, menggambar ilusi (lagi)?