Sepeda Sore

Kukayuh sepedaku sampai ke ujung kabupaten, kemarin

Karena aku ingin lari dari kenyataan yang sebenarnya baik-baik saja

Kabur dari bayangnya yang sebenarnya mulai mengabur

Aku bahkan tak dapat mengingat wajahnya lagi

Ngos-ngosan, aku berhenti sejenak dan melihat ke belakang

Apa cinta itu tak pernah ada di antara kita?

Maksudku, kita tahu apa yang kita berdua rasakan

Aku telah mengakui apa yang kurasa di situasi seperti itu

Dan engkau pun telah menuliskan kata cintamu itu padaku

Diatas secarik kertas yang sampai hari ini masih ada di dompetku

Apa kita memang sebenarnya tak pernah saling mencintai, atau mungkin kita sama-sama membakar jembatan itu?
Atau mungkin, ternyata aku sendiri yang membakarnya?

Aku menghela nafas dalam-dalam

Aku bisa lihat uapnya menari-nari sejenak

Lalu beriak bubar tak lama setelah itu, menghilang entah kemana

Kukayuh sepeda reotku, lalu ia bernyanyi dengan deriknya

Aku menuju rumahmu untuk memastikan apa yang kupikir sudah kuketahui jawabnya