Setiap kali sore tiba ada beberapa hal yang berharap bangkit lagi di antara sisa-sisa jarak yang tumpah di pinggir jalan di sela-sela sampah ibukota yang berenang-renang dalam bak ataupun sungai dan berharap laut akan memeluk ketika telah lelah

Lalu kita memberi tafsir pada senja yang kebetulan mati lagi hari itu lalu pada manusia yang kita cintai itu seakan dunia adalah ia dan ia adalah dunia yang kelewat fana atau mungkin kepada memori yang senantiasa turun bersama hujan dimana sungguh aku bosan mendengar dan membaca yang satu ini dan mungkin saja pada kekayuan yang kelak akan menjadi papan pemisah antara timbunan tanah merah dan matiku satu-satunya

Karena setiap kali mereka datang, kita tak pernah lelah mencumbu mereka dengan simbol. Sungguh aneh jadi manusia.