Andai

Ahmad Farkhan Aris
Sep 2, 2018 · 1 min read

Andai kau disini.

Pagiku tak seelok pagi kemarin. Nada yang indah mengalun dari suara burung yang berkicau menyapamu pula aku. Serpihan embun menetes membasahi wajahmu,lengkap dengan raut muka yang entah kenapa selalu ku suka. Bukan keindahan paras. Namun kesejukan yang setiap ku menatap, aku ingin sekali menetap .

Andai kau disini

Kini pagiku hanya sebatas ratapan. Mencoba tuk berlari mengukir masa depan. Tanpa hiasan senyuman sang idaman. Aku tau, sejauh apapun aku berlari kau adalah tempatku pulang nanti.

Andai kau disini , Rindu ini hanya sebatas angan mimpi

Madura, 2 September 2018

Mr.Ar

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade