Keamanan Masih Menjadi Problem Investor di Indonesia
Permasalahan di Indonesia akhir — akhir ini yang cukup menarik perhatian adalah permasalahan yang berhubungan dengan masalah keamanan. Sebut saja rentetan tragedi bom yang sempat terjadi di beberapa daerah, adanya oknum — oknum penyebar kebencian hingga menimbulkan kericuhan dibeberapa daerah, adapula aksi demo mahasiswa yang baru saja terjadi di berbagai daerah di Indonesia.

Fenomena — fenomena tersebut sedikit banyak pasti akan mempengaruhi jalannya perekonomian suatu daerah dalam negara. Seperti misalnya teror bom yang terjadi secara silih berganti di beberapa daerah, walaupun termasuk dampak yang temporer pasti akan mempengaruhi keputusan investor yang akan menanamkan modalnya. Dengan kejadian itu pula sempat membuat Indeks Harga Saham Gabungan ( IHGS ) melemah 1,37 persen. Ataupun dampak karena adanya demo mahasiswa, rupiah dan IHGS melemah, serta investor cenderung menahan diri untuk bertransaksi.
Beberapa contoh diatas, menunjukkan bahwasanya sistem ketahanan sosial dan ekonomi adalah suatu hubungan yang saling mempengaruhi satu sama lain. Ketahanan nasional dibutuhkan agar negara aman terkendali, ketika keadaan negara terkendali, pelaku — pelaku ekonomi dapat menjalankan aktivitasnya dengan optimal. Prioritas utama suatu negara bukanlah hanya melakukan perubahan di ekonomi, tetapi juga memberikan keamanan dan pertahanan yang memadai.
Semakin berkembangnya zaman, semakin berkembang pula pemahaman suatu negara terhadap ancaman. Di era seperti ini negara bukan lagi dianggap sebagai target ancaman, namun individu dan kelompok di negara tersebutlah yang dianggap sebagai target ancaman. Karena kebanyakan ancaman yang terjadi akhir — akhir ini adalah adanya pemikiran yang berbeda, pemikiran — pemikiran yang dianggap bisa merusak kesejahteraan dan ketentraman kehidupan di negaranya sendiri.
Populasi Indonesia yang mencapai angka 264juta jiwa pastinya membuat banyak investor asing tertarik untuk mengembangkan usahanya di Indonesia. Namun, tanpa adanya keamanan yang terjamin, apakah mereka tetap memilih Indonesia ketimbang negara lainnya?
seperti yang dilansir di CNBC Indonesia, pada bulan Juli Bank Dunia mencatat bahwasanya ada 33 perusahaan yang keluar dari Indonesia dan lebih memilih untuk menginvestasikan modalnya di Vietnam, Malaysia, Thailand, dan Kamboja. Ini disebabkan karena adanya keamanan dan stabilitas yang tidak dimiliki Indonesia.
Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang sangat membutuhkan investasi asing untuk mengembangkan potensi sumber daya alamnya dan untuk pembangunan nasional. Karena terbatasnya dana dari dalam negeri untuk pembangunan nasional, dana asing sangat dibutuhkan. Maka dari itu, stabilisasi politik dan keamanan negara penerima modal sangat dibutuhkan oleh investor asing. Indonesia perlu memberikan jaminan hukum yang jelas dan keamanan yang pasti untuk investor. Serta pemerintah diharapkan mampu meredam atau menghilangkan selisih paham yang sering terjadi di beberapa daerah, karena perselisihan seperti ini sering berbuntut kerusuhan dan unjuk rasa. Sehingga ketika suatu daerah kondusif, bisa mengurangi kekhawatiran investor akan keamanan modalnya.
