“Build from Scratch” terdengar menggoda tetapi juga bisa menyesatkan.
Harrie Anto
21

keren,
Sedikit share pengalaman saya ketika masih kerja di orang dan masih menjadi backend (dulu hanya belajar CI). Ketika saya sudah mencapai titik “jenuh” dalam belajar PHP & CI, saya memiliki keinginan untuk membuat Framework saya sendiri… gak sampai 2 bulan udah nyerah, walau kelihatan ada hasil, tetap saja tidak bisa menyamai CI (pas masih booming2nya).

lalu kembali lagi pakai CI.

Saya yakin yang membangun framework itu bukan hanya orang yang bosan dengan suatu hal (seperti saya :p ), tetapi dia sedang menciptakan sebuah terobosan yang mempermudah orang-orang dalam mengembangkan software.

Walau begitu, “kadang” kita perlu membuat dari awal (build from scratch), agar kita tidak “terlalu” bergantung dengan sebuah library, apalagi kalau lib tersebut tanpa sengaja terdapat bug atau celah.

pengalaman saya “sekarang” yang membuat plugin & theme dari awal, saya jadi tahu bagaimana idealnya dalam membuat sebuah program. dan ketika mencoba banyak framework, kita mengerti mana yang cocok dengan kita (ya ada baiknya fokus 1 aja ya :D )

Like what you read? Give Aris M. Setiawan a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.