Seperti Biasa

Aristindriya
Aug 31, 2018 · 1 min read

Hari ini akan tetap menjadi hari yang sepi seperti biasa
Sama halnya dengan mimpi yang tak pernah indah
Dan kesedihan yang tiada berakhir karena
Aku tercipta dari kesedihan dan kesendirian yang padahal
Tak satu lelakipun mau mencintai wanita yang sedih
Atau yang selalu berusaha untuk sembunyi dari apapun
Atau yang hancur ketika malam menjemput bersama dingin yang menusuk

Kesendirian bukan lagi menjadi sesuatu yang menakutkan ketika
Sudah terlalu banyak malam yang kau habiskan dengan
Peperangan antara batinmu dan segala pedih perih
Seperti biasa
Tanpa tutur yang terlepas maupun isak yang terdengar
Karena terkadang memang tak perlu bersuara ketika meminta pertolongan
Dan tak perlu berteriak ketika merasa kesakitan
Karena segala jawab berhamburan dalam diam

Jiwa ini akan tetap berkelana seperti biasa
Mencari persinggahan di kala lelah datang menyapa
Meskipun nanti akan pergi sendiri dan kembali mencoba berusaha
Sama halnya dengan setiap 24 jam yang dihabiskan untuk mencoba hidup
Di tengah segala kemungkinan mati dan terhempas jauh ke sana
Karena hari yang dijalani tak lagi tentang motivasi menjadi apa
Melainkan bagaimana bertahan agar jangan berakhir menjadi tiada


Bandung, 31.8.18

Aristindriya
Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade