PWC: Indonesia Akan Menjadi Raksasa Ekonomi Dunia Pada 2050

Lembaga audit dan konsultan ekonomi professional terbesar PricewaterhouseCoopers (PWC), dalam risetnya tentang outlook perekonomian yang berjudul “The Long View, How will the global economic order change by 2050?” memproyeksikan Indonesia akan berada di peringkat kelima di tahun 2030 dengan estimasi nilai GDP 5.424 miliar US$ dan akan naik menjadi peringkat ke-empat di tahun 2050 dengan estimasi nilai GDP 10.502 miliar US$.

Sumber: PricewaterhouseCoopers

Riset ini dihitung berdasarkan nilai GDP dengan metode perhitungan Purchasing Power Parity (PPP). PPP sendiri merupakan cermin dari keseimbangan kemampuan berbelanja, yang mengukur berapa banyak sebuah mata uang dapat membeli dalam pengukuran internasional (biasanya dolar), karena barang dan jasa memiliki harga berbeda di beberapa negara.

Namun, selain menggunakan metode pendekatan paritas daya beli, PwC juga turut memperhitungkan variabel demografi, tingkat pendidikan, dan modal investasi yang akan masuk di sebuah negara sehingga mendapat nilai proyeksi GDP yang lebih komperehensif.

Saat ini, PwC menyebutkan bahwa Indonesia merupakan negara dengan perekonomian terkuat di Asia Tenggara. Dan Indonesia berdasarkan riset PwC bakal menjadi perekonomian big emerging market.

Riset PwC ini juga menyatakan bahwa dalam jangka panjang kekuatan ekonomi dunia bakal bergeser dari negara ekonomi maju yang mapan ke pasar ekonomi negara-negara berkembang yang akan terus melejitkan kontribusi mereka pada PDB dunia.

“Kita akan terus menyaksikan pergeseran kekuatan ekonomi dunia yang menjauh dari negara-negara ekonomi maju dan mapan, menuju negara dengan ekonomi berkembang di Asia dan di tempat-tempat lain di dunia. Peran ekonomi negara-negara berkembang kemungkinan meliputi hampir 50% dari PDB dunia pada tahun 2050, sementara kontribusi G7 hanya mencapai hingga sedikit di atas 20%”, ungkap John Hawksworth, Pemimpin Pakar Ekonomi PwC, dikutip dari laman resmi PricewaterhouseCoopers (PwC), (07/02/2017).

Menurut riset PwC, pada tahun 2050, Indonesia dan Meksiko diperkirakan akan meraih pencapaian yang lebih besar daripada Jepang, Jerman, Inggris atau Prancis, negara-negara maju yang kini masih menjadi inti orde ekonomi dunia.

“Indonesia berada di antara kelompok negara berkembang bersama Brasil, Tiongkok, India, Meksiko, Rusia dan Turki. Negara-negara berkembang yang akan terus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi global ke depan”, kata Irhoan Tanudiredja, Senior Partner PwC Indonesia.