Strategy Membeli Inventory dalam Usaha Rental

Arlo Erdaka
Sep 5, 2018 · 2 min read

Jumlah barang yang tersedia untuk disewakan berkaitan erat dengan pemasukan sebuah usaha rental. Namun, karena usaha rental hanya akan untung jika sebuah barang mampu disewakan berulang-ulang dalam periode lama, penambahan inventory perlu menggunakan strategi yang tepat. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan adalah sebagai berikut

Permintaan

Pastikan hanya membeli barang yang sudah pasti ada permintaannya. Ada berbagai macam cara untuk memastikan ini seperti membuat waiting list, bertanya ke pelanggan dan memasang foto produk di akun sosial media untuk melihat apakah ada yang tertarik. Lebih baik lagi jika bisa mendapatkan uang dari pre-order penyewaan dulu sebelum membeli produk, dengan begitu selain bisa mendapatkan kepastian adanya permintaan, mengurangi juga beban pengeluaran modal untuk pembelian.

Trend

Sebaiknya hindari membeli barang yang terkenal karena trend. Ini termasuk produk-produk dengan gambar karakter film yang sedang ngetop di saat itu. Biasanya trend ini hanya bertahan beberapa bulan sehingga sulit untuk mendapatkan keuntungan dari menyewakannya. Kalaupun tetap ingin menyewakan produk yang trendy, pastikan harga sewanya sudah mengakomodir masa sewa yang lebih sebentar.

Daya Tahan

Daya tahan produk yang tinggi memungkinkan pengusaha rental untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Semakin lama sebuah produk dapat disewakan, semakin lama juga arus kas yang dihasilkan. Daya tahan produk dapat dilihat dari kualitas bahan-bahan yang digunakan. Jika produk tersebut terbuat dari plastik yang tipis, hampir dapat dipastikan daya tahannya hanya beberapa bulan. Semakin bagus bahan sebuah produk, semakin baik pula daya tahannya. After-sales service dari penjual/distributor juga memegang peranan penting. Sayangnya, di Indonesia service seperti ini belum terlalu umum untuk kategori produk selain otomotif dan elektronik.

Jumlah Stok yang Dibeli

Jika ada sebuah produk yang laku, pertanyaannya berikutnya adalah berapa banyak stok yang perlu dibeli? Jika membeli terlalu banyak, ada risiko produk tersebut nganggur. Jika membeli terlalu sedikit, ada opportunity cost yang tinggi. Jumlah stok yang tepat merupakan faktor dari besarnya pasar di kota tempat pengusaha rental beroperasi dan market share yang dimiliki. Bagaimana cara mengukurnya? Waiting list merupakan cara yang cukup efektif. Jika sebuah produk sudah dibooking untuk dua atau tiga bulan kedepan, artinya penyewa rela untuk menunggu selama itu untuk mendapatkan barangnya. Ini merupakan tanda bahwa stok untuk barang tersebut dapat ditambah.

Titip Sewa untuk Mengelola Risiko

Jika strategi pembelian inventory sudah mengakomodir hal-hal diatas, risiko kesalahan dalam pembelian inventory dapat diminimalisir. Hal lain yang dapat dilakukan untuk mengelola risiko adalah membuka program titip sewa. Dengan titip sewa, pengusaha tidak memiliki inventory yang disewakan. Oleh karenanya, pengusaha tidak menanggung risiko barang tidak laku. Jika barang laku, pengusaha menikmati bagi hasil. Jika tidak, pengusaha dapat mengembalikannya ke pemilik.

Pada akhirnya, keberhasilan strategi untuk melakukan pembelian inventory tergantung dari kepiawaian pengusaha rental untuk mencari tahu keinginan penyewa. Jika pengusaha mampu menangkap dengan tepat keinginan penyewa, inventory yang dibeli memiliki peluang yang besar untuk menghasilkan keuntungan. Oleh karenanya, usahakan untuk meningkatkan hubungan dengan penyewa kembangkan usaha rentalmu sesuai dengan keinginan mereka.

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade