
Kita tidak bisa mencintai seseorang dengan perasaan yang sama dua kali.
Ungkapan itu memang ada benarnya. Terlepas entah cinta itu menjadi lebih dalam terasa atau malah menjadi hambar dari yang pertama kali kita rasakan.
Dan aku merasakan itu. Yang kedua, rasanya lebih hambar. Aku sudah tidak bisa mencintaimu menggebu-gebu seperti dulu. Tetap ada cinta memang, tapi redup.
Sepeninggal kau pergi, aku menata kembali hati dan hidupku yang terlalu berantakan karena keputusanmu. Sendirian. Ah tidak, aku tidak sendirian menatanya. Ada Tuhan dan keluargaku yang membantuku menata.
Dan setelah semuanya rapi, kamu datang kembali, seperti tanpa dosa. Dan akupun menerimamu kembali seperti kamu tidak berdosa.
Aku memang masih mencintaimu. Sampai sekarang, dan entah sampai kapan. Tapi rasanya tidak sama seperti pertama kali. Sebelum kamu pergi sore itu.