
Prasangka Semalam
Semalam, di sebuah rumah beratapkan genteng, dingin begitu terasa karena jendela-jendela terbuka membiarkan hawa malam yang identik dengan dingin masuk. Sepi mencekam. Karena hanya ada dua perempua di dalam rumah itu. Satu sudah terlelap. Sedangkan yang satunya lagi sedang duduk menonton sebuah acara di layar televisi tua yang ada di rumah itu. Namun berkali-kali dia mengecek handphone yang di genggamnya. Lalu menghela napas dalam-dalamnya ketika dia tidak menemukan apapun disana.
Apakah dia sedang menungu kabar dari seseorang?
Iya. Ada seseorang yang ia tunggu. Menunggu dengan penuh kekhawatiran. Dan resah yang tidak bisa disembunyikan dari raut wajahnya. Tapi kabar yang dia tunggu tak kunjung datang. Pikirannya mulai terisi dengan prasangka-prasangka buruk. Bermacam-macam ketakutan pun ikut mengisi pikirannya.
Lelaki itu. Apa dia baik-baik saja?
Sedangkan beribu kilometer dari rumah yang dingin itu. Ada seorang laki-laki yang — mungkin — sedang resah pula. Ingin memberikan kabar tapi tidak bisa. Dia berkeyakinan ada seorang perempuan yang menunggu kabarnya. Dan — mungkin — juga dia mengharapkan sesuatu dari perempuan itu.
Semoga kamu tidak khawatir ya? Semoga kamu sudah tidur…
Mungkin…