Teknik Komunikasi Ilmiah

Wirastuti Artanti
Sep 2, 2018 · 2 min read
Credit : Tumblr

Mata kuliah wajib dengan bobot 2 sks di bawah tanggung jawab Prodi Biologi. Saat pengisian Formulir Rencana Studi (FRS) bulan Agustus lalu, saya heran mengapa mata kuliah ini bukan berada di bawah tanggung jawab Prodi Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) seperti Tata Tulis Karya Ilmiah (TTKI) saat tahun pertama perkuliahan atau biasa disebut dengan masa TPB. Keheranan saya bertambah, mengapa saya mendapatkan mata kuliah yang saya pikir akan sama dengan TTKI, untuk kedua kalinya. Namun terdapat secercah rasa bersyukur, karena saya kerap menemui kesulitan saat harus membuat sebuah tulisan dan saya pikir salah satu penyebabnya TTKI yang saya jalani dengan asal-asalan saat TPB.

Terima kasih Pak Wardono, karena tugas yang bapak berikan, saya menjadi berpikir keras, “Apa sih yang dipelajari di Teknik Komunikasi Ilmiah (TKI) ini?”

Saya juga mulai memikirkan kata-kata yang tepat untuk ditampilkan di tumblr ini, agar terlihat apik dan enak untuk dicerna,
*typing — delete — typing — delete*

Sembari memikirkan kata-kata yang tepat, mulai terbit “Oohh aku tau” dalam benak saya.
Saya rasa, apa yang akan saya dapat di TKI ini berbeda dengan TTKI. Seperti kata awal dari kepanjangan TKI, yaitu teknik. Mata kuliah ini lebih menekankan bagaimana kita menyampaikan suatu tulisan ilmiah agar dapat dipahami orang banyak. Perasaan saya ini juga didasarkan pada pertemuan TKI minggu pertama tentang komunikasi.

Lalu apa yang saya harapkan dari mata kuliah ini?
Saya berharap saya bisa menuangkan pikiran saya ke dalam bentuk tulisan tanpa kebingungan. Karena saya sering mengalami miskomunikasi dengan lawan bicara, apalagi via chat, karena saya sering terbalik-balik dalam menyusun kalimat. Saya juga pernah dimarahi teman lain jurusan karena dengan banyak gaya, saya mengeluarkan istilah ilmiah saat bercerita. Mungkin jika harapan yang berkaitan dengan biologi, saya berharap saya bisa menyampaikan suatu tulisan ilmiah kepada orang-orang yang tidak berkecimpung di dunia per-biologi-an maupun kepada orang-orang yang belum berkesempatan menjejakkan kakinya di dunia akademik, dan orang-orang tersebut memahami apa yang saya sampaikan sehingga manfaat tulisan ilmiah saya kelak tidak hanya bermanfaat bagi diri saya namun bermanfaat juga bagi orang lain.

    Wirastuti Artanti

    Written by

    bowl of a mind

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade