Tamu

Dia berhenti tepat didepan rumah.

Pakaiannya sangat bersih dan rapi.

Sangat, sangat, sangat berkelas.

Dia pergi menemui Ibu.

Mereka berbicara empat mata.


Tamu pt.2

V: siapa orang itu?

Lisa: apa Ibu tidak menceritakannya kepada Kamu selama ini?

V: tidak.

Lisa: namanya, Tuan Sanan. Dia anak dari pemilik tanah ini. Dia ingin menjual tanah ini, lalu mendirikan resort disini. Tapi Ibumu, tidak ingin meninggalkan rumah ini. Dan, Constantine, sudah mengurus semua surat-suratnya, kalau tanah ini adalah milik Ibumu sepenuhnya.


Tamu pt.3

Ternyata Aku… masih belum mengetahui semuanya.

Bukan saatnya untuk berpikir itu.

Sanan?

Tapi, kenapa mata orang itu terasa tidak asing?

Sayu.


Tamu pt.4

Ibu: V, tolong ambilkan minum.

V: baik Bu.

Ibu: Dia anakku, Constantia namanya. Aku berharap kalian saling mengenal.

V: ini minumnya.

Sanan: apa hubungan Kamu dengan Constantine?

V: eh?

Ibu: duduk dulu sini. Tuan, nama Mereka sama, tapi…

V: Dia pacarku. Kenapa?

Sanan: hati-hati.

V: justru Kamu yang hati-hati. Apa urusan Kamu sudah selesai? Lebih baik pikirkan, keputusan Anda, Tuan. Ibu, Aku lanjut kerja lagi.

Ibu: baiklah. Terimakasih.

V: ya.

Sanan: sangat unik.


Tamu pt.5

Mata sayunya.

Senyum liciknya.

Berkelas tapi menjengkelkan.

Apa kata-kataku tadi serius.