Awal Petualangan di Persma ITB

Arya Pratama Putra
Sep 7, 2018 · 3 min read

Sabtu, 1 September 2018, menjadi hari yang berkesan bagi saya. Hari itu, saya mengawali langkah saya untuk menjadi bagian dari kerabat persma (sebutan untuk anggota resmi persma). Untuk menjadi seorang kerabat persma, calon kerabat (cakra) harus melalui tahap kaderisasi yang disebut Orientasi Studi Jurnalistik Pers Mahasiswa (Osjur Persma). Kami para cakra berkumpul di lapangan sipil ITB. Setelah berkumpul kami saling memperkenalkan diri satu sama lain. Kemudian kami dimobilisasi menuju sebuah lapangan di Jalan Gelap Nyawang.

Osjur Persma Day 1 diawali dengan perkenalan para panitia osjur persma, diikuti dengan pembuatan dan penandatanganan MoU bagi para cakra. Setelah itu, kami memainkan sebuah game untuk menentukan kelompok selama day 1. Saya sekelompok dengan Mirza dari FTI, Dyhan dari SAPPK, dan Wulan dari FTI. Setelah mendapat kelompok, kami diarahkan menuju tempat pos materi.

Materi Apa Saja yang Didapatkan?

Pos pertama kami adalah di taman plano. Di sana, kami mendapat materi KM ITB, sama seperti yang kami dapatkan di OSKM ITB. KM ITB adalah organisasi kemahasiswaan di ITB yang berada di bawah rektorat, namun tidak diawasi oleh rektorat. Artinya, KM ITB bisa membuat pemerintahannya sendiri, alias otonom. Ada 3 lembaga yang ada di KM ITB: Kongres KM ITB, Kabinet KM ITB, dan Majelis Wali Amanat-Wakil Mahasiswa (MWA-WM) ITB. Kongres KM ITB adalah lembaga legislatif di KM ITB. Kongres KM ITB memiliki fungsi legislasi dan pengawasan. Contoh produk hukum yang bisa dibuat oleh Kongres KM ITB adalah Ketetapan (TAP) Kongres. Sementara itu, Kabinet KM ITB dan MWA-WM adalah lembaga eksekutif di KM ITB. Kabinet KM ITB bertugas memenuhi kebutuhan mahasiswa sesuai Garis Besar Haluan Program (GBHP), sedangkan MWA-WM bertugas menyampaikan aspirasi mahasiswa kepada Majelis Wali Amanat. Adapun dasar hukum KM ITB adalah Konsepsi dan AD/ART KM ITB. Selain itu dibahas juga mengenai Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) yang merupakan perkumpulan mahasiswa dari keilmuan yang sama, serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang merupakan perkumpulan mahasiswa sesuai minat dan bakatnya. Materi ini tentunya sangat bermanfaat untuk mahasiswa yang ingin aktif dalam kegiatan kemahasiswaan.

Pos kedua kami berada di GKU Timur. Di sana, kami mendapat materi tentang informasi dan berita. Perbedaan antara informasi dan berita adalah informasi belum tentu bisa dipertanggungjawabkan, sementara berita dapat dipertanggungjawabkan. Kami juga mendapat materi tentang nilai-nilai berita, yaitu: hangat, tokoh, magitude, first, eksklusif, relevansi, human interest, tren, dramatis, misi, unik, prestisius, dan sudut pandang atau angle. Selain itu, kami juga mendapat tips untuk melatih sense of journalism, yaitu: sering membaca berita, sering latihan menulis berita, dan peka terhadap lingkungan sekitar. Di sinilah kami belajar untuk mengidentifikasi nilai dari suatu berita yang disajikan. Tentunya dengan memahami materi ini, kita bisa membuat berita yang bernilai, kan?

Pos ketiga kami bertempat di Labtek VIII. Di sana, kami mendapat materi mengenai pers, jurnalistik, dan kode etik jurnalistik. Kami diberi pengertian jurnalis, pers, dan perusahaan pers menurut UU Nomor 40 Tahun 1999. Selain itu, kami mendapat materi tentang 13 kode etik jurnalistik yaing di antaranya adalah hak jawab, hak tolak, dan hak koreksi. Ini adalah dasar yang harus dimengerti oleh semua orang yang ingin menjadi seorang jurnalis. Semua orang bisa menjadi jurnalis, dan semua jurnalis harus mengerti etika jurnalistik. Jadi, penting bagi kita semua untuk mengerti etika jurnalistik, kan? hehe.

Di pos terakhir yang bertempat di Aula Timur, kami mendapat materi mengenai Persma itu sendiri. Persma didirikan pada 14 April 2001 oleh seorang anggota PSIK yang concern dengan isu-isu ekstrakampus. Produknya adalah Majalah Edutren pada tahun 2000-an, Majalah Eureka pada tahun 2010, lalu Koran Ganeca Pos sejak 2011. Kontennya adalah intrakamous, ekstrakampus, dan fitur. Visi Persma sekarang adalah kolaborasi sinergis-partisipatif. Sedangkan misinya adalah keredaksian yang sinergis; hubungan kerjasama intrakampus, ekstrakampus, dan marketing; kaderisasi yang bertujuan mengembangkan kemampuan jurnalistik; dan apresiatif. Produk Persma sekarang adalah Koran Ganeca Pos yang diterbitkan pada momen OSKM dan Pemira, serta secara online yang dapat diakses pada situs, akun line, dan instagram. Selain itu potensi, peran, dan posisi Persma dalam KM ITB adalah menyediakan dan menyajikan informasi kepada massa kampus, serta sumber informasi dan agen kritik yang bertanggung jawab.

Setelah semua materi dibahas, diadakan diskusi jurnalisme yang membahas apa itu jurnalisme, dan etika, topik, serta tipe jurnalisme masa kini. Dalam diskusi ini juga kami membandingkan antara jurnalisme masa lalu dengan masa kini. Lalu dibahas juga kelebihan serta kekurangan pers masa kini. Diskusi ini adalah akhir dari kegiatan Osjur Persma Day 1 yang sangat seru.


Arya Pratama Putra

16018296

Written by

Seorang pembaca yang sedang belajar menulis

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade