Day 1: Jakarta-Bangkok

Imigrasi bandara Indonesia. 
Deg-degan. Udah siap untuk menunjukkan tiket pulang dan surat pengantar dari ITB. Udah siap juga buat minta ngomong langsung ke pimpinannya andaikan nanti dipermasalahin sama si mas-mas loket.
 
Mas Loket Imigrasi: *mengamati pasporku dengan saksama*
Nilta: *berusaha terlihat se-tidak mencurigakan mungkin* *memandang ke kejauhan, tidak berani menatap mata si mas loket*
Mas Loket Imigrasi: “Paspornya kurang dari 6 bulan ya?”
Nilta: “Iya nanti abis balik diperpanjang…”
Mas Loket Imigrasi: *diam dua detik, lalu mengembalikan pasporku tanpa berkata apa-apa lagi*
Nilta: (YEZZZZZZ!)

Mungkin dia terlalu lelah untuk mempermasalahkannya.

Imigrasi bandara Thailand.
Langsung lewat, enggak ditanyain apa-apa. (DOUBLE YEZZZ!)

Sebenernya pas kami berempat mau keluar, sempat dicegat juga karena bawa banyak paket (komponen-komponen water filter buat lombanya), tapi karena ada surat pengantar dari ITB jadinya dibolehin lewat. Hore!

Setelah itu, tadinya kami sedikit bingung karena panitianya bilang bahwa kami ternyata enggak jadi bisa dijemput (huhu harkos), disuruh naik kereta saja. Tapi da susah atuh berhubung kami bawa alat banyak banget. Ya sudah, jadi aku install GrabTaxi, sekalian beli SIM lokal juga (namanya Happy Tourist, mayan, 299 baht buat 7 hari unlimited internet, dapat bonus nelepon juga 100 baht *bukan promosi*). Tadinya mau pesan taksi pakai itu, tapi syukurlah akhirnya ternyata ada panitia yang bisa jemput :’’’)

Alhasil, kami bertemu dengan dua orang pelajar Chulalongkorn University bernama Net dan Jane yang mau mengantarkan kami ke Bangkok Center Hotel. Kami dibagi menjadi dua rombongan. Rombongan pertama (Arfie, Egia, dan Jane) udah sampai duluan di hotel, tinggal check-in, tapi nunggu rombongan kedua (aku, Taufiq, dan Net) datang dulu. EH TAPI TIBA-TIBA *JENG JENG*…………………………..

Rombongan kedua, yang masih di mobil di sekitaran jalan hotelnya, melihat ada bangunan yang kebakaran, dan jalanan ramai banget sama pemadam kebakaran *JENG JENG* …………………..

Untungnya bukan hotel kami sih yang kebakaran, melainkan bangunan sebelahnya, sampai dua blok hangus kebakar katanya :( Tapi, si Bangkok Center Hotel itu jadi mati lampu total. (Jangan-jangan aku pembawa sial, ya. Kalau ada aku kayaknya suka ada-ada aja masalah.)

Akhirnya kami berenam pergi deh mencari-cari hotel baru, sambil naik subway dan jalan-jalan ke Paragon buat cari makan. Setelah melihat-lihat di internet, kami menemukan hotel yang sepertinya bagus dan lebih murah dari hotel pertama, namanya Patumwan House, dan tempatnya juga enggak terlalu jauh dari Paragon jadi tinggal jalan kaki ke sana. Alhamdulillah, tempatnya nyaman banget! Dapat suite berisi 2 bedroom, 2 bathroom, sama ada living room-nya juga, seharga 2600 baht. (Bukan promosi juga.)

Pokoknya hari ini berutang budi banget sama Net dan Jane karena kami udah ngerepotin banget bangetan :’)

Ini baru hari pertama sih, belum ngapa-ngapain. Besok bakal ke Chulalongkorn University buat mulai kegiatan lombanya dan bakal stay di guest house sana selama seminggu.

Beberapa observasi & informasi random tentang Thailand:
- Anak kuliah tetap harus mengenakan seragam.
- Metode transportasinya banyak, ada angkot bus semacam metro mini, ada taksi (biasanya warnanya lapis ijo kuning atau warna pink), ada tuktuk yang mirip bajaj, ada MRT, ada subway, dll. (Tapi enggak ada GO-JEK ehehehe.)
- Si bapak-bapak bellboynya pas mau dikasih tip malah menolak.
- Ada produk kecantikan yang ANEH BANGET tapi iklannya di mana-mana, namanya SNAIL WHITE. “SNAIL SECRETION FILTRATE MOISTURE FACIAL CREAM” Yha aku juga mau jadi cakeb mb tapi ga mau pake sekresi siput :( but to each their own, I suppose.
- OHIYA masa’ di Paragon itu besok dan lusa ada semacam festival Pokemon gitu, termasuk Parade Pikachu yang ada belasan Pikachu raksasa lucu joget-joget gemesin gitu aaaaaaaa!!!! Tapi ga bisa nonton :( Syedih :’’’(((