Buku Untuk Pagimana

Buku Untuk Pagimana
Pukul 9 malam usai rapat desa, seorang muridnya yang baru saja tamat SMP dan sekarang sedang melanjutkan sekolah ke SMA datang menjemputnya ke Balai Desa, ia meminta bantuan mengerjakan tugas sekolah, “Bacari nama ilmiah Banteng bu, dengan keterangannya”, sang murid tak memiliki buku sang guru tak punya pengetahuan memadai tentang sains karena memang bukan bidang keilmuannya. Tak bisa pula mereka berdua bertanya pada mesin pencari paling populer di dunia si mbah “Google” karena jangankan untuk berinternet ria, telfon dan SMS saja syukur jika tersambung di desa.
Akhirnya ia bawa sang murid ke perpustakaan SMP, bukan perpustakaan seperti yang kita bayangkan. Ruangan ini adalah kantor SMP berisi buku-buku pelajaran dan buku bantuan dari pemerintah yang diberikan ke SMP N 8 Pagimana di Desa Ampera. Sibuklah mereka mencari, hingga pada buku kesepuluh, ketika mereka mencari ditemani senter karena lampu listrik desa sudah mati sejak jam 10, mereka menemukan si “Bos Javanicus” yang berada di kelas Mammalia dan Filum Chordata.
Sang murid berterima kasih, pulang dengan hati tenang menuju sekolah berjarak 17 kilometer dari desa esok pagi nanti.

Kisah diatas adalah salah satu dari kisah-kisah menarik lainnya yang kudapatkan ketika mengobrol tentang Desa kami dengan Bu Uni, seorang guru SMP, Guru PAUD juga sekarang mendapatkan amanah menjadi aparat desa Ampera. Kisah Bu Uni dengan anak-anak dan warga di desa kadang membuatku merasa salut, salah sekali jika kita berpikir semua orang-orang di desa tak terlalu peduli pendidikan. Mereka ada, tak terlihat, bekerja tanpa sibuk berkoar sana sini.

Bu Uni juga yang belakangan bersamaku aktif ingin mendirikan rumah baca di Desa Ampera, Desa penempatanku tak punya perpustakaan, SD penempatanku pun tak punya perpustakaan, SMP lebih beruntung karena masih mendapatkan buku-buku dari dinas pendidikan walaupun belum memiliki gedung perpustakaan yang memadai.

Semangat Bu Uni juga menular kepadaku, ia memintaku untuk menjejaring beliau dengan teman-teman pegiat literasi di tempat lain. Tujuannya, agar ada buku-buku yang masuk untuk rumah baca yang akan dibuka di rumahnya, berita baiknya, teman-teman penggerak literasi di Cimahi siap membantu mengumpulkan buku-buku yang nantinya akan dikirimkan ke Pagimana.

Illustrasi keren ini dibuat oleh Kak @byputy untuk campaign Buku untuk Pagimana

Jika kamu juga memiliki buku-buku yang bisa didonasikan ke Kecamatan Pagimana khususnya untuk Desa Ampera dan Pakowa, kamu bisa menitipkan lewat lapak baca Hayu Maca di Taman Kartini Cimahi yang buka setiap hari Minggu, atau menghubungi Bu Yukie dan Siwi .

Selain itu kamu juga bisa mengirimkan sendiri bukumu, secara gratis tanpa ongkos kirim setiap tanggal 17 tiap bulannya.

Alamat Kirim Buku

Mendonasikan buku, bagi saya dan teman-teman di Ampera bisa jadi salah satu cara untuk membantu anak-anak di desa terpencil ini mengenali dunia lain di luar sana. Kamu bisa jadi pahlawan mereka dengan mendonasikan bukumu.

Yuk, urunan untuk Indonesia yang lebih baik. (Yap, Indonesia!)

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.