Dari, menjadi untuk.


Kebenaran menjadi tujuan, katanya.

Sampai aku terus memburu,

Sekarang benar sekarang salah.

Hingga bagiku, tujuan menjadi kebenaran.


Kesia-siaan menjadi pantangan, katanya.

Terbatas, berkembang, berhenti.

Atau hanya sekadar pemanis.

Hingga bagiku, pantangan menjadi kesia-siaan.


Air mata negerinya menjadi kegelisahan, katanya.

Lebih hancur daripada seperti hanya rapuh.

Peringatan kepada mereka yang menghadap.

Hingga bagiku, kegelisahan menjadi air mata negerinya.


Ter(t)im(p)a.

Katanya, untukku menjadi darimu.

Tapi bagiku, dariku menjadi untukmu.


Bukan sajak pun syair.

Jakarta, 24 Juni 2016.

Seorang penyatir yang sedang mengemban tanggung jawab kecil dan sedikit tidak penting.

15413107.

Like what you read? Give Sangkara Nararya A. a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.