Kemasyarakatan Bukanlah Sebuah Komoditas Sosial dari Kaderisasi Semata
AGAN-WAYANG
44

punten mas eko.

sangat disayangkan jika proses kaderisasi disamakan dengan proses jual-beli. karena proses kaderisasi tidak semudah “anda menjual, saya membeli”.

jika dilihat dari arti kaderisasi itu sendiri yaitu pendidikan untuk kebutuhan regenerasi, maka yang dilakukan selama masa kaderisasi adalah penanaman nilai, norma, kepercayaan, materi, hingga sesederhana mindset agar nantinya tujuan yang dibawa oleh peserta kader akan sama seperti tujuan pengadernya. dalam hal ini berarti tujuan himpunan.

kenapa aku bahas dari sisi kaderisasi? karena yang sedang dibicarakan adalah pengmas sebagai bagian dari proses kaderisasi.

jadi kenapa pengmas biasa dilakukan di kaderisasi itb secara umum dan di hmp secara khusus? karena secara umum, arah pengembangan karakter bagi mahasiswa itb adalah pengabdian kepada masyarakat. yang dituntut disini adalah pola pikir mahasiswa yang harus selalu memikirkan masyarakat dalam setiap pergerakan yang dilakukan. bukan hanya selama kuliah, tapi justru setelah itu. dan untuk di hmp sendiri, apa yang sebenarnya kita tanamkan adalah pola pikir bahwa betapa tidak mudahnya melayani masyarakat. karena kita dididik untuk melayani masyarakat pada akhirnya oleh prodi kita sendiri. untuk profil apasaja yang ditanamkan oleh prodi kita bisa dicek di website plano.

intinya, pengmas ini bukan hanya sekedar barang dagangan yang bisa diperjual-belikan. aku akan menjawab ini dengan pertanyaan, bagaimana pandanganmu terhadap studio proses? outputnya apa? apa yang terjadi saat itu?

kemudian mengenai hearing dan sostek. sangat disayangkan jika mas eko tidak bisa melihat suatu pelajaran ketika setiap hearing/sostek terjadi. karena aku melihat begitu banyak pelajaran yang bisa diambil dengan kondisi hearing/sostek yang seperti itu. apakah menurut mas eko dengan kondisi manusia, jaman sekarang secara umum, yang manja dan malas berpikir akan mau mendengarkan nasihat dengan cara yang halus? kalo menurutku sih pasti akan ‘ngelunjak’. ya mungkin sisanya seperti kata carlos.

akusih setuju mas kalo yg dipermasalahkan adalah “kenapa anggota2 himpunan sekarang tidak banyak yang mau melanjutkan pengmas?”. karena aku juga tidak mau kalau himpunan kita jadi tidak berguna bagi masyarakat.

tapi kalo mau bahas dari sisi kaderisasinya mungkin mas eko bisa cari referensi lebih banyak dulu, atau kalo mas eko mau ngobrol sama aku juga hayuk hehehe

punten ya mas. nuhun.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.