Satu

Malam itu beku,
meski semua yang hadir menyimpan bara.
Kemudian dilemparkanlah satu demi satu, membakar kelam dengan hangatnya.
Satu tamparan ditujukan untukmu.
Sebulir tangis ada di mata kita.
Mari kembali bersatu.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.