Roh

Saya selalu bertanya2 mengenai roh atau jiwa orang yang telah tiada dari dunia ini. Apakah reinkarsi ada dan mungkin bisa ada? Apakah roh orang meninggal melayang2 di dunia? Apakah roh hanya dimiliki kita manusia? Jika iya, mengapa? Sebuah penelitian di bidang noetic merupakan bidang yang mencakup termasuk pertanyaan2 terbesar manusia seperti di atas.

reinkarnasi merupakan salah satu gagasan dari Hindu dan Buddha

Tahun 1907, Dr. Duncan Macdougall melakukan penelitian tentang jiwa orang yang akan meninggal. Dia membuat eksperimen dimana 6 orang dengan penyakit tuberkolosis yg sudah pasti akan meninggal, dia ukur massa mereka. Dan menurut paper dia, massa total tubuh mereka turun 21 gram saat meninggal. Dia berpendapat itulah rata2 massa roh, dan roh memang ada sebagai jiwa kita. (mungkin jadi pertanyaan lain, kemana kah roh itu akan pergi, dan jawaban populer adalah surga, siapa sih yg tak ingin ke surga?) Sedangkan paper dia yg lain mengatakan dengan percobaan yg sama, anjing tidak menunjukkan penurunan massa seperti itu. Lalu hewan tidak punya jiwa dong, benar begitu?

Sayangnya, salah satu koleganya, bisa membantah papernya, dengan mengatakan bahwa antara anjing dan manusia terdapat perbedaan kelenjar keringat, dan yang menyebabkan berkurangnya 21 gram, murni ada faktor biologis dalam sistem tubuh manusia. Dan kolega lainnya mengatakan bahwa eksperimen tersebut tidak scientific dan tidak valid karena orang yang diuji coba hanya satu yang valid, dan eksperimen sekali bukan merupakan penelitian yg scientific.

Yah, tapi setidaknya ide dari dokter ini sangat membuat terhenyak. Bahwa hakekat dari manusia adalah lahir, bertahan hidup lalu mati di akhir. Nah di akhir, sebagai jiwa, sebagai kesadaran penuh manusia akan akal budi mereka, apakah akan ikut mati? Atau memang hanya pergi, ke surga, seperti yang kita yakini?

Di tanah asal saya, Jawa Mataram, dunia gaib adalah salah satu hal yang menjadi keyakinan bahwa mereka eksis. Bahwa mahluk halus memang ada. Sedikit banyak saya percaya karena memang hal itu bisa diargumentasikan mungkin. Tapi, agar tidak melenceng saya hanya bertanya2. Jika katakanlah setengah populasi dunia, jiwa mereka yang sudah mati masih ada di dunia, maka dunia ini sebenarnya penuh, bukankah begitu? (dengan anggapan setengahnya lagi pergi dalam damai dan pergi ke surga, alias yang masih ada di bumi adalah yang belum tenang). Bayangkan saja sejak zaman piramida sampai sekarang sudah berapa banyak manusia yg menginjak bumi ini? Berapa banyak yg mati tak wajar karena bunuh diri, pembunuhan, terbunuh di peperangan, genosida dan lain2? Dan berapa banyak jiwa atau roh yang ada berdesak2an di dunia ini? Yah mungkin saja The Great Designer sudah merencanakan bahwa jumlah mereka stabil di dunia, agar tidak terjadi hal2 yang diinginkan.

Tapi apakah itu jiwa atau roh? Apakah mereka merupakan suatu gagasan, manifesti saja, yg akan muncul jika ada yg membayangkan? Ada juga yang menuduh itu hanyalah masalah psikologi saja biasanya. Ketika seseorang indigo, atau siapapun yang peka merasakan suatu kehadiran dan berkata dapat melihat ‘mereka’, banyak orang skeptis dan merasa bahwa itu hanyalah bayang-bayang dari pikiran orang tersebut yang disebabkan karena kurangnya ketahanan mental, atau dengan kata lain, psikologis saja sebenarnya. Apakah memang begitu? Jujur, saya pun tak tahu dan tak bisa memastikan, dan ini semua hanya masalah percaya atau tidaknya saja.

Lalu roh ini pastinya terkait dengan kebudaayan masing2. Misalnya saja, apa yang manusia sebut dengan hantu, antara hantu asia dan eropa tentu berbeda. Antara Indonesia dengan Jepang saja berbeda. Coba misalnya, pengusiran hantu di amerika menggunakan dukun jawa kuno. Atau para pengusir hantu seperti dalam film2 barat (conjuring, anabelle dsb) disuruh melawan sadako. Apakah masih mempan? Misalnya melawan drakula dengan dzikir. Atau mengusir hantu2 indonesia dengan salib dan bahasa latin. Tentu saja ga mempan. Sedikit banyak, ini menguatkan pendapat bahwa ini semua hanya masalah psikologis. Atau yang masih kukuh, tentu saja akan mengatakan, ya memang tentu saja drakula tak pernah mendengar dzikir. Karena mereka tidak mengenal Allah dengan cara seperti itu. Hmmm, bahkan hantu saja juga digolongkan dengan agama masing2. Atau mereka begitu karena refleksi dari kita yang ada di dunia manusia?

Masalah kematian sendiri, apakah memang ada roh, saya tak tahu apa yang sebetulnya terjadi. Yang pasti, tak ada suatu yang bisa dijelaskan oleh sains sekarang untuk menjawab pertanyaan2 tersebut dengan pasti. Solusinya hanya satu, do you believe it or nor, same as do you believe God or not, but I think you should believe God of course.

Hormati saja mereka yang hidup dalam dimensi berbeda –katanya-.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.