Halo, Desember

Merasakan cinta, lalu patah hati. Merasakan bagaimana harus bertahan dan mengendalikan diri sendiri.

Merasakan rasanya jauh dari teman-teman terdekat, lalu menemukan sahabat-sahabat baru. Merasakan bagaimana rasanya berjuang sendiri, lalu merasakan juga rasanya didukung oleh orang-orang yang di luar perkiraan.

Merasakan bagaimana rasanya ditolak, lalu ada yang memeluk dengan tangan terbuka. Merasakan bagaimana rasanya dibohongi, lalu dihujani dengan kejujuran dari banyak orang.

Merasakan sakitnya jatuh karena ditinggal, lalu ada saja yang kembali mengulurkan tangannya untuk mengangkat kembali tubuh ini.

Merasakan bagaimana jatuh cinta lagi, patah hati lagi, jatuh cinta lagi, dan patah lagi. Merasakan luka di hati, lalu ada yang membalut luka itu sehingga tidak tersisa kepahitan.

Merasakan bagaimana menjauh dari Tuhan, lalu kembali ditarik supaya mendekat. Tapi dalam segala perkara, saya tidak pernah dibiarkan-Nya sampai tergeletak.

Terimakasih, Tuhan telah mengantarkan saya sampai bulan Desember ini. Biarkan semua yang sudah terjadi, menjadi pembelajaran bagi saya dan semoga menguatkan saya lebih lagi.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.