Tahun 2009 lalu saya ikut pemilu untuk pertama kalinya. Saat itu saya cuek dengan siapapun calonnya dan hypenya juga tidak sebesar tahun 2014. Saat itu saya sudah lumayan aktif di twitter tapi twitter masih belum ramai seperti sekarang. Tidak ada kampanye apalagi buzzers partai tertentu yang baik dibayar maupun tidak menggembar-gemborkan calon-calon yang mereka dukung. Paling cuma orang-orang yang saling mengingatkan untuk mencontreng (haleluya tahun ini sudah kembali ke mencoblos [terus kenapa?]). Karena informasi tentang calon-calon pemimpin negara versi pemilu 2009 tidak terlalu terdengar gaungnya, maka saya memutuskan untuk golput dengan cara mencoblos semua calon yang terpampang di surat suara.
Pemilu tahun 2014 ini kehebohannya sungguh dahsyat sekali! Hampir setiap hari ada kampanye di semua media sosial yang sering saya akses. Berbagai macam berita tentang aksi-aksi kampanye sudah sangat mudah didapat apalagi dengan adanya twitter dan facebook. Salah satu yang paling seru mungkin adalah nobar debat capres dan cawapres tetapi yang paling berkesan buat sata tentu saat teman-teman SMA mendadak jadi antusias membahas pemilu saat kita makan malam bareng. 5 tahun lalu kita pernah makan bareng dan tidak satupun dari kita yang membahas pemilu. Orang tua saya terlihat sama antusiasnya dengan saya apalagi mereka beberapa hari belakangan ini sering bertanya “Mon, ada berita apa?” karena mereka tahu saya cukup cepat dalam mendapatkan informasi. Saya sendiri tidak pernah berkicau tentang pemilu di twitter tapi tentu saya sudah menentukan pilihan buat tanggal 9 Juli nanti. Undangan ke TPS sudah ada di rumah sejak kemarin pagi dan saya sekeluarga akan bangun pagi supaya tidak terlalu antri. Selamat menyelenggarakan pesta demokrasi, Indonesia.
Email me when Mon publishes or recommends stories