Mencari Ibukota Baru untuk Indonesia
Atika Nursekarsari-15417135

Setelah isu pemindahan ibukota ini berkeliaran di ranah publik, apasih yang sebenarnya terjadi?
Banyak alasan yang menjadi dasar munculnya wacana pemindahan ibukota negara. Wacana ini dimulai dengan adanya pernyataan dari Presiden pertama Indonesia, Soekarno, pada tahun 1957 dinyatakan bahwa ia ingin memindahkan ibukota dari Jakarta ke Palangkaraya. Namun, dikatakan bahwa ini hanyalah sebuah wacana dan pikiran selintas saja.
Kemudian muncul kembali wacana pemindahan ibukota pada tahun 2017 dimasa kepemimpinan Jokowi dan Jusuf Kalla. Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, menargetkan kajian tentang pemindahan ibukota dari Jakarta dapat selesai pada akhir 2017 dan dapat terealisasikan pada awal 2018. Namun, hingga saat ini belum juga muncul kepastian rencana detail yang mendukung pernyataannya tersebut.
Muncul kemungkinan lokasi ibukota yang baru adalah di luar Jawa. Namun, ketua Bappenas menyatakan tim nya masih dalam tahap pengkajian untuk kriteria lokasi, kandidat lokasi ibukota, skema pendanaan, serta tata kotanya. Beberapa kriteria dalam analisis lokasi ibukota baru antara lain, faktor bencana, lingkungan, pertahanan keamanan, politik, ekonomi, dan keuangan pun mendukung kuat wacana pemindahan ibukota.
Jakarta sendiri saat ini sebagai pusat kota, pusat pemerintahan, dan pusat bisnis untuk Indonesia, maka bukanlah hal yang tabu untuk mengatakan bahwa DKI Jakarta sudah menampung beban berat karena penuh dengan segala aktivitas dan pembangunan serta menanggung semua fungsi. Terlebih lagi kepadatan penduduk di Jakarta sudah berada di luar kapasitas, sebagai alasan kuat harus dilakukannya pemisahan pusat pemerintahan dengan pusat ekonomi, agar ketimpangan dan inefisiensi tidak terjadi.
Maka, wacana ini dapat direalisasikan guna meringankan beban DKI Jakarta sebagai pusat segala aktivitas ibukota, pusat pemerintahan, pusat bisnis dan perekonomian, sehingga dengan dipisahkannya dengan pusat pemerintah maka pemerintah dapat bekerja lebih konsentrasi dan tidak terganggu masalah-masalah seperti kemacetan dan banjir yang ada di DKI Jakarta saat ini. Terlebih daripada itu, dengan dipindahkannya ibukota maka dapat memberikan potensi pembangunan dan sebagai pusat pertumbuhan baru serta memperbaiki kesenjangan di pulau Jawa dan luar Jawa.
Sebelumnya muncul wacana ibukota baru akan berada di Palangkaraya, Kalimantan, sebagai wajah baru pusat pemerintahan. Palangkaraya memiliki perbedaan yang jelas terlihat dari Jakarta, yaitu dari segi kepadatan penduduk. Pada tahun 2015, jumlah penduduk kota Palangkaraya sebanyak 259.865 jiwa, sedangkan jumlah penduduk Jakarta sudah sampai 10 juta jiwa. Sehingga, menjadikan kota ini bebas macet. Selain itu, luas wilayah Palangkaraya mencapai 2.400 km2, diperkirakan hampir 4 kali lipat dibandingkan dengan Jakarta yang memiliki luas 660 km2. Namun, baru 50 km2 wilayah kota Palangkaraya yang terbangun. Jadi Palangkaraya memiliki potensi karena masih memiliki wilayah yang luas untuk dibangun. Kemudian, dari fakta-fakta di atas telah didukung dengan berkembangnya kota Palangkaraya sebagai kota dengan infrastruktur yang baik sehingga bisa dilakukan pembangunan pusat pemerintahan yang memadai.
Namun, tidak hanya dari segi positif terdapat pula pemikiran untuk tidak dilakukannya pemindahan ibukota dikarenakan dibutuhkannya anggaran yang besar dalam perwujuddan rencana tersebut. Apakah dinilai penting dilakukan pemindahan ibukota atau anggaran dapat dialokasikan untuk pembangunan kota-kota secara keseluruhan di Indonesia. Karena pemindahan ibukota dan pusat pemerintahan maka melibatkan jajaran pemerintahan dan aparatur negara di tingkat pusat. Dari pemindahan ibukota dan pusat pemerintahan ini maka terdapat implikasi besar pada biaya, infrastruktur, dan demografi. Namun, jika dipikirkan rencana jangka panjang, wacana ini patut untuk direalisasikan demi tercapainya pemerataan pembangunan perkotaan di Indonesia, serta menambah efisiensi pekerjaan di Jakarta sebagai pusat perekonomian dan bisnis serta di ibukota baru sebagai pusat pemerintahan.
Referensi:
Auliani, Palupi Annisa, 2017, Timbul Tenggelamnya Wacana Pemindahan Ibu Kota, [Online], https://nasional.kompas.com/read/2017/07/05/17312381/timbul.tenggelamnya.wacana.pemindahan.ibu.kota
Putera, Andri Donnal, 2018, Rencana Pindah Ibu Kota, Bappenas Kaji Kriteria dan Kandidat Lokasi, [Online], https://ekonomi.kompas.com/read/2018/01/09/170000126/rencana-pindah-ibu-kota-bappenas-kaji-kriteria-dan-kandidat-lokasi
Anonim, 2016, Jumlah Penduduk Palangkaraya, [Online], https://palangkaraya.go.id/selayang-pandang/jumlah-penduduk/