Mau Kemana Setelah SMA?

Mau kemana setelah SMA , taken from 4muda.com

Tiba-tiba pertanyaan ini menghantui saya belakangan ini. Kenapa? Karena oh karena anak semata wayang saya tahun depan sudah kelas XII dan mulai kebingungan mau kemana setelah SMA? Nah itu masalahnya. Barangkali ribuan ibu dan bapak yang masih concern sama nasib anaknya mulai berpikir lebih keras MAUKEMANA putra dan putrinya ketika masa SMA, SMU, ataupun SMK usai.

Kalau browsing di Internet ketika kita ketikkan kata kunci mau kemana setelah SMA akan muncul banyak artikel. Anehnya, artikel-artikel itu nampaknya diperbanyak dari sumber yang sama. Sehingga kesimpulannya masih mirip satu sama lain dengan variasi disana-sini. Umumnya, kita akan mempunyai beberapa pilihan. Pilihan utamanya tentu saja kuliah atau sekolah lagi, atau mengambil kursus. Ada pula yang mengambil pilihan untuk mulai bekerja meskipun keahlian masih minim. Bahkan mungkin sama sekali tidak ada keahlian kecuali mereka yang menempa dirinya dengan hobi dan minat khusus yang bermanfaat semasa remaja.

Kalau untuk lulusan SMK, keahlian mungkin sudah ada meskipun masih tingkat sekedar montir atau keahlian dasar. Tapi minimal ada pasarnya seperti di pabrik-pabrik, bengkel, atau usaha yang membutuhkan hard skill lainnya. Beruntung bagi yang suka ngoprek misalnya belajar grafis atau program komputer ada banyak peluang untuk memperoleh penghasilan yang memadai. Perlu diperhatikan pak/bu, perusahaan Google sudah mulai merekrut karyawan dengan berpijak pada potensi minat dan bakat, khususnya pemrograman komputer. Jadi jangan remehkan bakat dan minat putra/putri Anda. Mungkin bisa dijalani, bekerja sebagai Freelance sambil kuliah lagi atau belajar di akademi yang khusus misalnya akademi komputer dll. Bagi yang suka masak-memasak pun peluang bekerja terbuka lebar. Apalagi binis kuliner sedang booming. Demikian juga bagi yang suka menulis atau minat fotografi sambil jalan-jalan, ada banyak peluang menjadi penulis travel yang dibayar. Jadi sebenarnya banyak peluang kalau kita jeli mengarahkan keahlian putra-putri kita.

Anak saya sendiri seorang putri punya bakat di bidang seni lukis artistik, mural, fotografi, bikin movie, menulis novel di Wattpad.com dan skenario, dan sekarang lagi rajin gonjrang-ganjreng main gitar. Saya mendorong saja supaya minat dan bakatnya tidak angin-anginan tapi ditekuni dengan benar. Dia sebenarnya baru tahun depan lulus SMA. Tapi, di zaman sekarang kebingungan mau kemana setelah SMA mulai terasa. Jadi ketimbang nanti bingung saya pun membantunya dengan mengumpulkan informasi terkait dan mengarahkannya. Pilihannya saya serahkan ke dia saja, mau kuliah atau kursus untuk bisa cepat kerja. Maklum kalau dilihat-lihat hari ini biaya kuliah memang sudah demikian mahal. Karena itu pula saya tekankan kepada putri saya supaya berprestasi dan tidak asal-asalan sekolah.

Ikuti hatimu atau passion mu itu saya tekankan ke putri saya. Karena kasihan juga kalau sudah masuk kuliah ternyata tidak cocok. Jadi, sejak awal , karena ia suka seni, sastra dan sejenisnya, saya pun mencoba mencari universitas atau akademi yang berhubungan dengan seni. Sesekali ia malah ingin ikut-ikutan temannya katanya mau pilih Fakultas Komunikasi. Saya bilang saja, Fikom baik juga. Tapi jangan masuk Fikom kalau cuma ikut-ikutan teman. Lagi pula Fikom akan terlalu umum nanti malah sulit nyari kerja kalau kurang kreatif. Kreativitas! Akhirnya saya pun menyinggung soal kreativitas sebagai suatu industri dan hari ini banyak dilakoni oleh anak-anak muda. Jadi sayapun mulai mendorongnya supaya bakat dan minatnya jangan sampai sia-sia.

Ini zaman Internet dan E-commerce, ada baiknya diterangkan juga kalau memang punya bakat dagang supaya mulai mencoba dagang produk via internet. Saat ini sudah banyak fasilitator toko online seperti tokopedia.com, bukalapak.com dll. Hari ini putri saya memang sudah sering beli produk kosmetik kebutuhannya via internet. Biasanya saya yang ketiban pulung suruh bayar via ATM. Jadi saya jelaskan juga kepadanya jangan cuma sekedar jadi pembeli. Coba saja jual beli via Internet kan sudah mulai biasa. Cuma butuh foto-foto dan memberi deskripsi produk. Produknya bisa di beli di grosir misalnya di Tanah Abang, atau melalui grosir yang sudah online juga. Bisa juga jual produk bikinan sendiri misalnya jilbab, baju , boneka, dll.

Pilihan lain setelah SMA, SMU, atau SMK bagi putri maupun putra adalah Nikah. Tapi apa kuat nikah muda? Lagipula sulit juga kalau tidak terlalu cantik dan pintar. Salah-salah malah jadi se-tress sendiri. Jadi kalau ada yang mau opsi Nikah atau nunggu dilamar sebaiknya harus siap mental lahir dan batin supaya tidak sia-sia pernikahannya atau malah jadi menderita.

Dan terakhir, menganggur. Ini pilihan yang tidak bisa ditolak kalau sudah kepepet sekali. Tapi harus ingat bagi yang mau nganggur jangan buang modal utama Anda yang tidak bisa kembali yaitu WAKTU. Jadi ketimbang menganggur lebih baik ikut kursus keahlian tertentu. Misalnya kursus nyopir, jahit, masak memasak, nyukur rambut, dll. Pokoknya manfaatkan waktu menganggur untuk menimba ilmu. Boleh juga waktu menganggur digunakan untuk membantu bapak dan ibu jika ada aktivitas yang bisa dibantu misalnya dagang, nganterin catering kalau kebetulan ibu/bapak bisnis catering dll. Atau, kalau memang ada waktu barangkali belajar agama lebih serius pun boleh saja supaya wawasan keagamaan putra-putri kita lebih luas. Hanya saja, awas jangan sampai terjebak pada ajaran-ajaran yang tidak jelas dan mengarah pada radikalisme maupun ajaran-ajaran sesat yang nampaknya tumbuh subur di Indonesia ini.

Oke , mari kita mulai bantu putra-putri kita sehingga mampu menjawab pertanyaan MAU KEMANA SETELAH SMA/SMU/SMK?