Pertemuan Pertama

Audrey Xaveria
Sep 7, 2018 · 4 min read

Pada hari Sabtu, tanggal 31 Agustus 2018, Calon Kerabat Pers Mahasiswa berkumpul bersama-sama untuk menghadiri OSJUR (Orientasi Studi Jurnalistik). Aku, sebagai salah satu Calon Kerabat, pun turut menghadiri OSJUR tersebut. Meskipun aku telah bersiap lebih pagi agar tidak telat mengikuti OSJUR, karena kemacetan di jalan, aku terlambat lima menit. Aku sedikit lega karena semuanya masih duduk berkumpul di lapangan sipil. Aku memperkenalkan diri di depan dan segera duduk bergabung dengan Calon Kerabat lainnya.

Setelah beberapa menit, sembari menunggu Calon Kerabat lainnya untuk datang, akhirnya kakak-kakak Kerabat Persma membimbing kami mobilisasi menuju lapangan yang cukup luas. Kami dipersilakan duduk. Lalu mereka menyuruh kami menutup mata dan menundukkan kepala kami. Aku sempat menduga jika OSJUR ini akan seperti OSKM (Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa) yang belum lama ini selesai dijalani oleh mahasiswa baru. Namun saat aku membuka mataku dan kakak kerabat menjelaskan tentang apa saja yang akan dilakukan selama OSJUR hari itu, aku merasa lega. Ternyata berbeda dari yang kusangka.

Setelah penjelasan, kami disuruh untuk mengeluarkan selembar kertas dan menuliskan sebuah perjanjian yang harus ditepati oleh Calon Kerabat dan juga kakak Kerabat. Setelah itu, kami menuliskan harapan kami selama OSJUR. Setelah semuanya dikumpulkan, kakak-kakak Kerabat membagi kami menjadi beberapa kelompok dengan cara membagikan nama-nama pada kertas secara acak. Setelah itu kami harus menemukan teman-teman sekelompok yang mendapatkan nama yang memiliki kesamaan seperti jabatan, bidang yang digeluti, dan sebagainya. Aku masuk ke kelompok delapan yang memiliki kesamaan yaitu nama-nama yang kami dapatkan merupakan alumni ITB.

Setelah semuanya telah menemukan anggota kelompok masing-masing, kakak Kerabat memberikan lokasi-lokasi pos yang akan didatangi, tapi mereka tidak serta-merta menyebutkan tempat pos secara langsung. Mereka memberikan petunjuk mengenai tempat yang akan dikunjungi. Pos yang kelompokku kunjungi pertama kali adalah pos 4. Di pos ini sudah ada dua kakak Kerabat yang menunggu kedatangan kami. Saat kami sudah duduk melingkar dengan rapi bersama dengan satu kelompok lain, kami memperkenalkan diri. Kedua kakak Kerabat itu menjelaskan mengenai berita seperti apa itu berita, bagaimana kita dapat mengidentifikasi apakah artikel itu merupakan berita atau bukan, dan bagaimana mencari angle atau ide untuk menuliskan berita.

Setelah kakak-kakak Kerabat selesai menjelaskan, kami diberikan petunjuk untuk ke pos selanjutnya. Kelompok kami mengkuti petunjuk dan sampai di pos 1. Di sana kami bertemu dengan kelompok lain dan saling memperkenalkan diri. Di pos ini, sesi dimulai dengan permainan kecil. Pada permainan ini, setiap kelompok harus mengajukan pertanyaan sebanyak-banyaknya. Kelompok yang mengajukan pertanyaan lebih banyak memenangkan permainan dan mendapatkan uang-uangan untuk ditukarkan dengan hadiah nantinya. Namun kedua kelompok di pos ini berakhir dengan poin imbang. Uang yang diberikan dibagi dua secara rata. Setelah permainan, kedua kakak Kerabat menjelaskan mengenai segala hal tentang Persma seperti sejarah Persma, visi dan misi, produk, potensi, dan peran Pers.

Setelah itu kami diberikan arahan ke tempat selanjutnya. Kami sampai di pos 2 dengan satu kelompok lain. Di sana kami dijelaskan mengenai KM ITB seperti yang telah dijelaskan saat OSKM. Sebelum pindah ke pos selanjutnya, kakak-kakak Kerabat mengajak kami melakukan permainan. Pada permainan ini, kami harus berpura-pura menjadi reporter dan memberitakan berita layaknya di televisi. Penyampaian berita berantai dari satu anggota ke anggota lainnya. Pada permainan ini, kami berhasil membuat berita yang cukup menarik dan memenangkan permainan. Kami mendapat uang-uangan yang lebih banyak dari yang kami dapatkan di pos sebelumnya. Kami diberi petunjuk ke pos terakhir yaitu pos 3.

Di pos terakhir ini, kami bertemu dengan kelompok lain dan kembali saling mengenalkan diri. Di sini kedua kakak penjaga pos menjelaskan mengenai apa itu jurnalistik, mulai dari undang-undang tentang pers sampai pada kode etik jurnalistik. Untuk mengakhiri sesi di pos 3, kami diberi permainan. Di permainan ini, tiap kelompok mendapatkan pernyataan-pernyataan mengenai isu yang cukup sering dibicarakan saat ini. Tiap kelompok harus menentukan apakah pernyataan-pernyataan tersebut fakta atau hoax. Pada permainan ini, kelompokku kalah satu poin dari kelompok lain di pos 3. Meskipun sedikit, kami masih mendapatkan uang-uangan. Setelah itu kami diperbolehkan untuk istirahat, sholat, dan makan.

Kami seharusnya sudah kembali berkumpul di tempat selanjutnya pada jam yang telah ditentukan. Namun aku dan beberapa temanku terlambat karena menunggu pesanan makan siang yang agak lama. Kakak Kerabat yang menjaga mencatat nama kami karena telah melanggar perjanjian di awal OSJUR. Setelah itu kami dipersilakan duduk dan mengikuti sebuah permainan. Pada permainan ini, kami dibagikan kertas berisi pernyataan-pernyataan dan kita harus mencari teman yang sesuai dengan pernyataan tersebut dan menuliskan namanya dalam waktu yang telah ditentukan. Ketika waktu sudah habis, aku belum mengisi seluruh pernyataanku. Kami duduk dengan rapi kembali dan kertas diestafet kesamping sekali dan memeriksa banyaknya pernyataan yang kami isi. Ternyata setelah diperiksa, salah satu dari kami ada yang berhasil menyelesaikan semua pernyataan yang ada. Ia kemudian diberikan posisi sebagai penanggung jawab angkatan kami.

Setelah itu, salah satu kakak Kerabat menjelaskan lebih dalam mengenai apa itu jurnalistik. Penjelasan berisi tentang awal mula dari jurnalistik, profesionalisme pers, perbedaan mengenai jurnalistik lama dengan yang sekarang, dan sebagainya. Seusai penjelasan, kami berkumpul dalam kelompok yang dibagi dengan menghitung. Di kelompok itu, kami mendiskusikan mengenai bagaimana jurnalistik yang ada di Indonesia dan solusi apa yang harus diberikan. Setelah selesai berdiskusi, kami menjelaskan hasil diskusi kami ke kelompok lain.

Saat semua kelompok telah menyampaikan hasil diskusi mereka, salah satu kakak Kerabat membawa hadiah dan melelangkannya. Kami dapat menggunakan uang yang telah kami kumpulkan dengan memenangkan permainan di pos-pos yang ada. Usai melelangkan seluruh hadiah, kami berfoto bersama dengan hadiah yang didapatkan. Sebelum pulang, kakak-kakak Kerabat mengumumkan tugas-tugas yang harus dikumpulkan sebelum pertemuan OSJUR selanjutnya. OSJUR hari itu diakhiri dengan doa dan segera setelah itu, kakak-kakak Kerabat meninggalkan kami. Kami ikut pulang setelah kakak-kakak Kerabat pergi. Aku berpisah dengan teman-teman dan pulang ke kosku. Saat perjalanan pulang, aku bersemangat untuk mencari ide dan segera menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan. Aku mendapatkan banyak pengetahuan baru pada OSJUR hari ini.

Audrey Xaveria 16718379