Pengantar Design Pattern

Dalam membuat software sering dihadapkan terhadap beberapa masalah seperti bagaimana struktur code, hubungan antar class, bagaimana implementasi use case. Hal tersebut secara umum dapat diselesaikan dengan Design Pattern. Jadi, Design Pattern adalah solusi umum untuk permasalahan dalam konteks tertentu. konteks disini seperti bagaimana membuat pola untuk logger di dalam software. Dengan mengetahui design pattern ini, kita dapat memecahkan berbagai permasalahan umum ketika mendesain software atau sistem. Design pattern tidak hanya digunakan dalam pembuatan software saja, namun kita akan membahas design pattern yang digunakan dalam pembuatan software.

Secara garis besar design pattern dalam pembuatan software di bagi menjadi tiga kelompok yaitu Creational Pattern, Structural Pattern, Behavioral Pattern.

Creational Pattern merupakan pola umum untuk membuat sebuah object atau class. Dalam Kelompok ini terdiri dari beberapa Pattern seperti Factory Classes Pattern, Factory Method Pattern, Builder Pattern, Prototype Pattern, Singleton Pattern.

Structural Pattern merupakan pola umum untuk mengidentifkasi hubungan antara object atau class. Dalam Kelompok ini terdiri dari beberapa pattern seperti Adapter Pattern, Composite Pattern, Decorator Pattern, Facade Pattern, Proxy Pattern.

Behavioral Pattern merupakan pola umum untuk mengidentifikasi pola komunikasi atara object atau class. Dalam kelompok ini terdiri dari beberapa pattern seperti Command Pattern, Iterator Pattern, Observer Pattern.

Sumber :

1. http://en.wikipedia.org/wiki/Behavioral_pattern, diakses pada tanggal 7 Januari 2015 puku 06:15 2. http://en.wikipedia.org/wiki/Structural_pattern, diakses pada tanggal 7 Januari 2015 puku 06:00 3. http://en.wikipedia.org/wiki/Software_design_pattern, diakses pada tanggal 7 Januari 2015 puku 05:30

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.