21 Passion Project #Day19: Military Psychologist?!

“The reason why person miss-shoot others should be psychologically analyzed and measured.”

Going to BANDUNG today was done for different purpose as before: company visit to Telkom Indonesia (Assessment Center Indonesia) and Departemen Psikologi Angkatan Darat. Seru parah, I learn a lot (esp for the application of psychology in different area, ya psychology ga musti jadi HR kan ya wkwk).

Paling seru waktu kunjungan ke DeptPsi AD sih, saya jadi tahu kalau fungsi ilmu psikologi sebegitu berperannya. Teori kepribadian diterapkan dalam setting militer yang kewl abis daaaaaan psikometri&research a la militer juga keren. Ternyata, bahkan asesmen center pertama di Indonesia serta penggunaan ilmu psikologi di Indonesia pertama kali ya dilakukan di Angkatan Darat. Guess what? Jadi waktu zaman penjajahan Belanda di Indonesia, sistem recruitment tentara Belanda dan beberaoa orang Indonesianya udah pake ilmu psikologi. Cocok sama sejarah psikologi industri dan organisasi yang dimulai ketika perang dunia pertama (eh apa kedua ya lupa wkkw).

Selain itu, analisis kepribadian dan readiness seorang anggota militer untuk sibekali senjata juga bener-bener psychologically tested. Menariknya lagi, untuk menyeleksi anggota militer mana yang harus bawa nyetirin tank perang juga psychologically tested, jadi ga cuma punya hard skill untuk nyetir tank but also apakah secara psikologis dia mampu memegang tanggung jawab tersebut atau tidak.

Seru banget sih over all, ditengah kepanikan cari tempat magang yang rata-rata HR, bisa refreshing sejenak untuk lihat psikologi dari persepektif yang lain!

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.