Hello is underrated

Hello.

Just start by sending a simple hello, no emoji, no double-o, no following text, just a plain hello. And see where that word lands on her mind, just see, don’t dedicate your precious time to wait for her answer, don’t beg to God for her answers, don’t be sorry for sending that word.

Kenapa dimulai dengan sapa? Lah lantas mau dimulai dengan apa? Jokes receh? Bismillah? Emang cukup hello doang? Mau digimanain? Ingat itu cuma sapaan pertama, bukan satu satunya yg bakal kamu kirim (semoga), dan itu bakal jd impresi pertama ke dia, kamu ga bakal mau dikira maniak emoji sama dia.

Sukses? simple hello, coba aja, aku belum coba, karena aku masih takut, aku takut dikira manfaatin kesempatan, aku takut salah waktu, aku takut gak dibalas, aku takut gak cukup, jadinya aku kirim saja dengan nama panggilannya.

Hello el.

7 huruf yg sudah hapal kutulis tapi tak kunjung kukirim. Ya hello memang underrated, kata itu begitu bermakna dan berbahaya

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.