BERGEMING

Seringkali kita merasa telah menerima kekurangan seseorang, namun menggunakannya sebagai senjata untuk menyerang kemudian.
Seringkali kita merasa telah menjahit luka seseorang, namun merobeknya kembali saat merasa hati kita disakiti.

Mengapa amarah begitu mudah membuat kita berubah?
Cinta yang lama ditimang-timang ringan saja dihempaskan.
Rindu bertumpuk-tumpuk dirusak sampai ambruk.
Tawa dan canda dalam gelas yang ditutup rapat, dilempar sampai buyar.

Duhai, Kita.
Mau berapa lama berpura-pura teguh padahal rapuh?
Sampai kapan membiarkan hati diliput benci tanpa sedikitpun berusaha memukulnya mati?

Duhai, Kita.
Tidakkah lelah merasa resah sebab hujan di rumah sendiri tak kunjung berhenti?
Lantai mulai tergenang, wajah kita mendingin ditiup angin.

Namun kita tetap bergeming; sudah terburu tenggelam dalam rasa tidak bersalah yang kita cipta di dunia masing-masing.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.