KAMI BERPELUKAN

Pagi ini aku terbangun dengan kesedihan yang mengawang di langit-langit kamar. Hati yang kutinggal di luar semalaman, basah terkena derai hujan. Badannya dingin dan bergetar. Saat kupegang, dia menggerang.

Aku terburu memasukannya ke dalam selimut. Khawatir ada kesedihan yang tak sengaja jatuh, mengenainya. Kami berpelukan. Kesedihan tetap menggantung tanpa berucap satu patah pun.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Aurawlia’s story.