Data Warehouse, Dulu dan Kini
Ternyata, Data Warehouse sudah dipakai sejak lama, dari tahun 1970-an.
Dan melihat perkembangan teknologi dan bisnis sekarang, Data Warehouse (DW) akan lebih dibutuhkan.
Dibutuhkan gimana? Kok bisa? Lagian Data Warehouse itu apa? Gudang data?
“a subject-oriented, integrated, time-variant and non-volatile collection of data in support of management’s decision making process.” -Bill Inmon, dari dataversity.net
Iya, Gudang Data.
Mudahnya sebut saja begitu.
Jadi gini, setiap bagian kerja dari sebuah perusahaan, seperti marketing, bisnis, sales, dan lainnya, itu kan menggunakan data dan memiliki database mereka sendiri-sendiri.

Nah, DW ini, mengumpulkan data-data penting dari setiap database itu menjadi satu. Penentuan penting atau tidaknya data, tergantung dari tujuan penggunaan DW itu sendiri.
Secara umum, DW digunakan untuk mengumpulkan data-data yang dapat membantu perusahaan untuk menentukan sebuah keputusan bisnis. Penentuan keputusan bisnis berdasarkan data dalam DW ini, disebut Business Intelligence (BI).
Seperti apa hubungan mereka?
Jika membahas DW, memang erat selalu kaitannya dengan BI. Sebenarnya, BI adalah evolusi dari DW itu sendiri.

DW merupakan salah satu lingkup kerja dari BI. Seorang praktisi BI yang melakukan sebuah proyek BI untuk perusahaan, biasanya akan membuat sebuah DW juga.
Nah, pelaksaan proyek BI dilakukan saat perusahaan memiliki masalah atau kebutuhan bisnis tertentu yang harus ditangani. Dari masalah-masalah ini, pelaksana BI dapat menentukan data apa saja yang dibutuhkan, lalu membuat sebuah DW dengan data-data tersebut.